Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Pengertian Dan Jenis Wayang Menurut Para Ahli

Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). 

Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar. 

Gambar: Pengertian Dan Jenis Wayang

Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit. 

Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.

Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. 

Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.

Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayangbayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus. 

Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.


Sumber: http://istiqomahalmaky.blogspot.co.id

Sekian uraian tentang Pengertian dan Jenis Wayang, semoga bermanfaat.

Pengertian Hegemoni Menurut Para Ahli

Menurut Grmasci (dalam Patria dan Arief, 2015:117) mengungkapkan hegemoni sebagai supermasi sebuah kelompok yang mewujudkan diri dalam dua cara yaitu sebagai ‘dominasi’ dan sebagai ‘kepemimpinan intelektual dan moral. Di satu pihak, sebuah kelompok sosial mendominasi kelompok-kelompok oposisi untuk ‘menghancurkan’ atau menundukkan mereka, bahkan mungkin dengan menggunakan kekuatan bersenjata; di lain pihak, kelompok sosial memimpin kelompok-kelompok kerabat dan sekutu mereka. 

Lebih lanjut Patria dan Arief (2015:117) mengemukakan bahwa sebuah kelompok sosial dapat dan bahkan harus sudah menerapkan “kepemimpinan” sebelum memegang kekuasaan pemerintahan (kepemimpinan tersebut merupakan salah satu dari syarat-syarat utama untuk memenangkan kekuasaan semacam itu). Kelompok sosial tersebut kemudian menjadi dominan ketika dia mempraktekkan kekuasaan, tapi bahkan bila dia telah memegang kekuasaan penuh di tangannya, dia masih harus terus “memimpin” juga.

Menurut Kurniawan (2012:71) mengemukakan bahwa hegemoni dalam bahasa Yunani kuno disebut ‘euge-mania’ yang menunjukkan dominasi posisi yang diklaim oleh negara-negara kota (polis) secara individual. Hegemoni menunjukkan sebuah kepemimpinan dari suatu negara tertentu yang bukan hanya sebuah negara kota terhadap negara-negara lain yang berhubungan secara longgar maupun secara integritas dalam negara “pemimpin” Patria dan Arief, (2015:115-116).

Menurut Faruk (2013:142) mendefinisikan hegemoni sebagai sesuatu yang kompleks, yang sekaligus bersifat ekonomik dan etis-politis. Kompleksitas ini terjadi, karena prinsip yang dipegang teguh oleh Gramsci untuk menyatukan dan menyempurnakan pendapat Marxim ortodoks dan filsafat liberal.

Gambar: Pengertian Hegemoni

Menurut Fontana dalam Erika (2013:20) hegemoni adalah sebuah perumusan dan penjabaran mengenai konsepsi moral dan intelektual dan budaya yang mengubah pandangan masyarakat berubah menjadi cara hidup dan bentuk karakteristik setiap orang. Hegemoni, pada kenyataannya, justru lebih sintesis dari pada antitensis yang menempatkan keseluruhan perbedaan anatara pikiran dan tindakan, etika dan politik, budaya dan orang-orang. Hegemoni pada dasarnya dipahami seagai perbedaan dimana kelompok-kelompok sosial yang dominan membentuk suatu sistem “persetujuan permanen” yang melegitimasi suatu tatanan sosial yang berlaku dengan meliputi jaringan yang kompleks dan saling memperkuat ide-ide terjalin ditegaskan dan diartikulasikan oleh para intelektual Fontana (dalam Erika, 2013: 20).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Gramsci mengakui bahwa dalam suatu hegemoni harus ada dua komponen yang saling berkaitan yaitu “dominasi” dan “kempemimpinan moral dan intelektual”. Kepemimpinan moral dan intelektual diperlukan untuk menjalin sebuah kesepakatan, sedangkan dominasi diperlukan juga untuk mengatur bawahan yang tidak melakukan perintah penguasa. Namun, dominasi tidak boleh lebih menonjol dari pada kepemimpinan moral dan intelektual, karena dapat menciptakan pemerintahan yang otoriter. Oleh karenanya diperlukan keseimbangan terhadap keduankomponen tersebut.


Sumber: Arief,  Nezar  Patria  dan  Andi.  2003. Antonio  Gramsci  Negara  &  Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sekian uraian tentang Pengertian Hegemoni Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Latar Menurut Para Ahli

Latar adalah salah satu unsur struktural karya sastra. Kehadirannya menjadi penting, karena akan mendukung tokoh dalam mengemban peristiwa. Dengan adanya latar, maka tindakan yang dilakukan tokoh menjadi jelas. 

Latar atau setting adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa. Mido (dalam Sehandi, 2016:56) mengemukakan bahwa latar adalah gambaran tentang tempat waktu, dan situasi terjadinya peristiwa. Semakin jelas dan menarik latar yang digambarkan pengarang, maka kualitas karyanya akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kabur latar yang digambarkan, maka kualitas karya sastra akan semakin rendah.

Selanjutnya Aminuddin (2013:67) mengemukakan setting adalah latar peristiwa dalam karya fiktif, baik berupa tempat, waktu, maupun peristiwa. Sebagaiman tema, tokoh dan penokohan, setting pun bersifat fiktik. Setting memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi fisikal. Fungsi kedua adalah fungsi psikologis. Fungsi fisikal adalah fungsi yang menggambarkan setting secara konkret atau dapat dilihat secara kasat mata, sedangkan fungsi psikologis adalah fungsi yang menggambarkan setting secara abstrak atau tidak dapat dilihat secara kasat mata (hanya bisa dirasakan). 

Berbeda dengan Aminuddin, Abrams (dalam Siswanto, 2013:135) mengemukakan latar cerita adalah tempat umum (general locale), waktu kesejarahan (historical time), dan kebiasaan masyarakat (social circumtances) dalam setiap episode atau bagian-bagian tempat.

Gambar: Pengertian Latar

Pendapat lain dikemukakan Leo Hamalin dan Frederick R. Karel (dalam Aminuddin, 2013:68) bahwa setting karya sastra bukan hanya berupa tempat, waktu, peristiwa, suasana serta benda-benda dalam lingkungan tertentu, melainkan juga dapat berupa suasana yang berhubungan dengan sikap, jalan pikiran, prasangka, maupun problem tertentu. Contohnya, ketika seorang anak perempuan belum pulang ke rumah, padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 24.00, maka orang tua terutama ibu akan merasa gelisah dan sedih. Latar dihadirkan dalam suatu cerita dengan maksud atau tujuan. Maksud atau tujuan itu dapat dibagi menjadi tiga. Pertama, latar dihadir untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh dan gerak serta tindakannya. Kedua, latar dihadirkan, karena mempunyai relasi yang lebih langsung dengan arti keseluruhan dan arti yang umum dari suatu cerita. Ketiga, latar dihadirkan untuk menciptakan atmosfer yang bermanfaat (Tarigan, 2011:137).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebuah cerita akan senantiasa berlangsung pada ruang, waktu, suasana, serta adat istiadat. Latar ruang dapat berupa tempat tinggal, desa, kota, atau wilayah yang lebih luas. Latar waktu dapat berupa siang, malam, hari, bulan atau tahun. Bahkan waktu dapat menunjukkan lamanya cerita berlangsung, sejam, sehari, sebulan, dan beberapa tahun. Latar suasana dapat berupa cuaca atau periode sejarah. Sementara adat-istiadat dapat berwujud benda-benda, cara berpakaian, dan cara berbicara dalam kehidupan sehari-hari.


Sumber: Sehandi, Yohanes. 2016. Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Sekian uraian tentang Pengertian Latar Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Penokohan Menurut Para Ahli

Dalam memahami suatu karya sastra, pembaca tidak semata-mata hadir untuk mengetahui tokohnya saja, yang lebih terpenting adalah memahami penokohannya. Melalui penokohan, pembaca dapat mengetahui karakter, tabeat, atau sifat yang diperankan tokoh. 

Tujuannya agar pembaca menikmati kisah yang terjalin dalam sebuah karya sastra. setiap pengarang ingin agar pembaca memahami setiap karakter dan motivasi dalam karyanya dengan benar. Artinya, tokoh akan bertindak sesuai dengan motivasinya. 

Motivasi diartikan sebagai sebuah alasan atas reaksi baik disadari maupun tidak. Penggambaran alasan atas reaksi tokoh dapat dicermati melalui bahasa dan sikapnya (Stanton, 2012:34).

Gambar: Pengertian Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter atau watak tokoh-tokohnya. Watak yang digambarkan dalam karya sastra bersifat rekaan, fiksi, dan sengaja dibuat-buat. Meskipun telah mengetahui bahwa sebenarnya watak yang digambarkan tidak sepenuhnya benar, bahkan tidak benar, tetapi pembaca tetap menikmati watak-watak yang dimiliki setiap tokoh. Hal itu disebabkan oleh adanya kesamaan watak tokoh dalam karya sastra dengan watak tokoh dalam kehidupan nyata, yang sengaja dibuat pengarang, agar pembaca merasakan bahwa sebenarnya tokoh-tokoh itu adalah representasi kehidupan nyata. Pengarang berusaha membangun sebuah totalitas perwatakan pada setiap tokoh-tokohnya agar menjadi kompleks. Kompleksitas itu dihadirkan pengarang melalui perbedaan watak setiap tokoh. 

Hardy (dalam Sukada 2013:72) mengatakan bahwa aspek perwatakan merupakan imaji penulis dalam membentuk suatu personalitas tertentu dalam ceritanya. Pembaca harus merasakan bahwa tokoh-tokoh tersebut berkelakuan seperti dalam kehidupan sebenarnya.

Secara umum penokohan dapat dilukiskan melalui dua cara yaitu konkret dan abstrak. Penokohan secara konkret adalah penggambaran tokoh yang dapat dilihat dari gerak-gerik atau perilakunya. Sementara dalam bentuk abstrak adalah penggambaran watak tokoh yang dapat dilihat melalui keyakinan, idiologi, dan cara berpikirnya. 

Sehandi (2016:55) mengemukakan bahwa watak atau karakter tokoh dilukiskan pengarang dengan cara langsung maupun tidak langsung.

Sementara Lajos Egri dalam Ratna (2014:249) mengemukakan penokohan dapat dilukiskan melalui tiga cara yaitu fisiologis, sosiologis, dan psikologis. Penokohan yang dilukiskan secara fisiologis adalah penggambaran watak tokoh melalui aspek-aspek fisik seperti tampang, umur, raut muka, rambut, bibir, hidung, dan cara berjalan. 

Penokohan yang dilukiskan secara sosiologis adalah penggambaran watak tokoh melalui cara tokoh hidup didalam lingkungan masyrakat. Penokohan yang dilukiskan secara psikologis adalah penggambaran watak tokoh melalui gejala-gejala pikiran, perasaan, dan keinginannya. Sebenarnya, kedua pendapat ahli di atas memiliki kesamaan, hanya saja berbeda dalam pengungkapan istilahnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penokohan adalah tabeat, watak atau karakter, perilaku, dan cara berpikir tokoh yang ditampilkan sepanjang kisah itu diceritakan. Penokohan dalam cerita bersifat fiktif dan dibuat-buat oleh pengarang. Namun tokoh tersebut merupakan representasi watak-watak tokoh dalam kehidupan nyata. Perwatakan setiap tokoh dalam suatu cerita tidak selalu sama, tetapi berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk memberikan kompleksitas perwatakan dalam sebuah cerita. Di dalam sebuah cerita ada tiga cara untuk melukiskan watak, sikap, dan cara berpikir tokoh. Ketiga pelukisan itu yaitu secara fisiologis, sosiologis, dan psikologis.


Sumber: Sehandi, Yohanes. 2014. Mengenal 25 Teori Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak.


Sekian uraian tentang Pengertian Penokohan Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Korespondensi Menurut Para Ahli

Menurut Purwanto (2011:13), korespondensi adalah penyampaian maksud melalui surat dari satu pihak kepada pihak lain dapat atas nama jabatan dalam suatu perusahaan atau organisasi dan dapat atas nama perseorangan atau individu.

Korespondensi adalah komunikasi antara seorang pegawai dengan orang lain, antara lain pegawai dengan instansi atau sebaliknya, antara pegawai dengan organisasi atau sebaliknya, antara instansi dengan instansi, antara organisasi dengan organisasi dan sebagainya dengan menggunakan surat sebagai media (Priansa dan Garnida, 2013:68).

Sutrisno dan Renaldi (2014:123), korespondensi diartikan sebagai teknik membuat surat dan berkomunikasi dengan surat.

Korespondensi berasal dari kata Correspondence (Inggris) atau Correspondence (Belanda) yang berarti suatu kegiatan atau hubungan yang terjadi antara pihak-pihak terkait yang dilakukan dengan saling berkiriman surat. Hubungan pihak-pihak yang terkait dalam bisnis biasanya bersifat resmi dan dilakukan dengan surat-menyurat. Oleh karena itu, korespondensi juga diartikan sebagai surat-menyurat (The Liang Gie, 2014:18).

Maka dapat disimpulkan pengertian dari korespondensi adalah proses surat-menyurat antara pihak-pihak yang saling berkiriman surat baik itu antar pegawai maupun di luar instansi.

Gambar: Pengertian Korespondensi

Jenis-Jenis Korespondensi
Menurut Purwanto (2011:23), korespondensi dalam suatu kantor atau instansi, atau organisasi dibagai menjadi dua, yakni:

  1. Korespondensi Ekstern, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
  2. Korespondensi Intern, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.
Bahasa Korespondensi

Ciri-ciri bahasa korespondensi (Bratawidjaja, 2014:24).
  1. Jelas, pengertian jelas disini adalah mudah dimengerti dan bebas dari kemungkinan salah tafsir. Dalam korespondensi bisnis, dituntut kecermatan dalam pilihan kata, keutuhan kalimat dan penggunaan tanda baca.
  2. Lugas, lugas ialah hemat. Hemat berarti ekonomis dalam menggunakan kata, tetapi dengan cakupan makna yang lengkap.
  3. Menarik dan Santun, bahasa yang menarik tidak harus indah seperti bahasa yang digunakan dalam syair. Bahasa menarik disini ialah bahasa yang hidup dan santun, menghindari pengulangan kata yang menjemukan dan mampu membangkitkan minat pembaca.
Peranan Korespondensi Dalam Bisnis
Peranan korespondensi dalam bisnis menurut Bratawidjaja (2014:26):
  1. Menciptakan surat yang baik dan jelas. Dalam kehidupan sehari-hari kesalahan dalam penulisan berbagai surat masih banyak terjadi. Misalnya, susunan kalimat tidak lengkap, berbelit-belit, tanda baca tidak benar, tata bahasa tidak teratur, dan salah mengadopsi bentuk dan model surat. Kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya tidak ada pengarahan dan pengendalian mengenai cara menulis surat yang baik.
  2. Menciptakan kerjasama yang baik. Perusahaan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerjasama dengan pihak lain. Agar bisa bekerjasama dengan pihak lain, perusahaan perlu menjaga komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung terciptanya kerjasama yang baik.
  3. Menyebarkan kegiatan. Tidak semua orang dalam perusahaan secara otomatis mengetahui kegiatan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar. Korespondensi memegang peranan penting dalam menyebarkan.
Pihak-PihakyangTerlibat dalam Korespondensi
Pihak-pihak yang terlibat dalam korespondensi menurut Bratawidjaja (2014:28) adalah sebagai berikut:
  1. Koresponden, yaitu orang atau pihak yang berkirim surat dan atau yang menandatangani surat.
  2. Redaktur, yaitu orang yang menyusun naskah surat.
  3. Sekretaris, yaitu orang yang membantu pemimpin dalam kegiatan korespondensi.
  4. Juru ketik, yaitu orang yang membantu memproduksi surat-surat.
  5. Register, yaitu orang yang melakukan aktivitas tata usaha atau administrasi surat-surat yang meliputi pemberian nomor surat, pencatatan surat keluar dan surat masuk, serta menangani pengarsipan surat-surat (filling system).
  6. Kurir, yaitu orang atau pihak yang menyampaikan surat kepada penerima.

Sumber: 
Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sekian uraian tentang Pengertian Korespondensi Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Hidayati (2010) menyatakan bahwa “Pantun merupakan salah satu jenis puisi Melayu lama yang secara luas dikenal Ditanah Air kita”. Pantun pada awalnya merupakan sastra lisan, tetapi sekarang banyak dijumpai pantun yang tertulis.

Budiono (2010) menyatakan bahwa “Pantun adalah suatu bentuk puisi lama yang khas dari indonesia”. Dalam bahasa Melayu, pantun berarti quatrain, yaitu sajak yang berbaris empat, yang bersajak a-b-a-b. Kadang-kadang ada juga ikatan pantun yang terdiri dari enam ada delapan baris dengan persajakan a-b-c-a-b-c dan a-b-c-d-a-b-c-d. setiap bait pantun isi pokoknya terdapat dalam kedua baris yang terakhir. 

Dalam dua baris itu disimpulkan dengan pendek dan indah sesuatu pikiran, perasaan, nasihat, kebenaran, pernyataan dan lain-lain. Dua baris inilah yang disebut baris isi. Dua baris diawalnya disebut dengan sampiran.

Pikiran atau perasaan yang terdapat dalam pantun itu dibangun oleh tiga hal, yaitu aspek irama, aspek bunyi, aspek isi, sesuatu dikatakan berirama apabila geraknya teratur. Maksudnya, dalam dua baris pantun yang awalnya disediakan atau dibayangi irama yang akan mengikat pikiran atau perasaan yang hendak diucapkan dalam dua baris berikutnya.

Selanjutnya, bunyi kata-kata yang dipakai pantun itu menyediakan kalbu kita untuk menerima isi pikiran atau perasaan yang diucapkan dalam dua baris yang berikut. Kedua barisnyang pertama itu dapat pula meningkatkan perkataan itu sekaligus. 

Gambar: Pengertian Pantun
Dari beberapa pengertian pantun yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pantun adalah bentuk puisi melayu (lama yang tiap bait biasanya terdiri dari empat baris atau lebih yang bersajak a-b-a-b, a-b-c-d, a-a-a-a, dan b-b-b-b, tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi).

Contoh Pantun :

Elok-elok menyebrang
Jangan sampai titian patah
Elok-elok dirantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Dua baris pertama disebut sampiran
Dua baris terakhir dinamai sebagai bagian isi.

Ciri-Ciri Pantun
Sudarma (2010:24) menyatakan bahwa pantun adalah jenis puisi melayu lama yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. setiap bait terdiri dari empat larik (baris)
  2. berirama (bersajak) ab-ab
  3. larik pertama dan kedua berupa sampiran, yang biasanya tidak mempunyai hubungan (mengandung maksud dan hanya diambil rimanya saja untuk menyetarakan maksud yang akan dikeluarkan).
  4. larik ketiga dan keempat disebut maksud (isi) pantun, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut karena isi pantun mengandung pesan yang ingin disampaikan oleh sipemantun.
  5. tiap baris terdiri dari 4 hingga 6 atau 8 sampai 12 suku kata.
Alisjahbana (2010) menyatakan bahwa “fungsi sampiran adalah menyiapkan rima (sajak) dan irama mempermudah pendengar memahami isi pantun”. Ini disebabkan pantun merupakan sastra lisan. Meskipun secara umum sampiran tidak berhubung dengan isi, kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi.


Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

Sekian uraian tentang Pengertian Pantun Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Antonim Dan Contohnya

Antonim - Sinonim berkontras dengan antonim. Kata antonim terdiri dari anti atau ant yang berarti ‘lawan’ ditambah akar kata onim atau onoma yang berarti ‘nama’, yaitu kata yang mengandung makna yang berkebalikan atau berlawanan dengan kata yang lain (H.G. Tarigan, 1985).

Berdasarkan KBBI (2005), antonim adalah oposisi makna dalam pasangan leksikal yang dapat dijenjangkan. Oposisi sendiri adalah pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaaan arti. 

Sementara itu, Kridalaksana (1984:15) mengungkapkan bahwa antonim adalah leksem yang berpasangan secara berlawanan.

Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, pertentangan atau kontras antara yang satu dengan yang lain (Chaer, 2003:299).
Gambar: Pengertian Antonim

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, admin mengacu pada pendapat yang diungapkan Chaer bahwa antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, pertentangan atau kontras antara yang satu dengan yang lain. 

Kata-kata yang berlawanan dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu:
  • Berlawanan kembar, 
  • Berlawanan bertingkat, dan 
  • Berlawanan kebalikan (Soedjito, 1990:83).
Contoh Antonim:
Berbeda X Sesuai

Berhasil X Gagal
Berongga X Rapat
Berpihak X Netral
Berselang-seling X Monoton
Bersimbah X Kering
Berubah X Konstan
Bhineka X Tunggal
Bonafid X Marjinal
Bongsor X Kerdil
Boros X Hemat
Botani X Nabati
Brilian X Dungu
Cacat X Normal

Sumber:
Tarigan, H.G. 1985. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.


Sekian uraian tentang Pengertian Antonim Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Sinonim Dan Contohnya

Sinonim - Kata sinonim terdiri dari sin ’sama’ atau ’serupa’ dan akar kata onim ’nama’ yang bermakna sebuah kata yang dikelompokkan dengan kata-kata lain di dalam klasifikasi yang sama berdasarkan makna umum. Dengan kata lain, sinonim adalah kata-kata yang mempunyai denotasi yang sama, tetapi berbeda dalam konotasi (H.G. Tarigan, 1985).

Sinonim ialah bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain dan kesamaan itu berlaku bagi kata, kelompok kata, atau kalimat, walaupun umumnya yang dianggap sinonim hanyalah kata-katanya saja (Kridalaksana, 2001:198). 

Sementara itu, sinonim berarti hubungan antara bentuk bahasa yang mirip atau sama maknanya (KBBI, 2005:1072).

Parera (2004:61) menyatakan bahwa sinonim ialah dua ujaran, apakah ujaran dalam bentuk morfem terikat, kata, frase atau kalimat yang menunjukan kesamaan makna. 

Sejalan dengan pendapat di atas, Chaer (2003:297) mengemukakakan bahwa sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna antara satu ujaran dengan satuan ujaran lainnya.

Gambar: Pengertian Sinonim
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, admin mengacu pada pendapat yang diungkapkan Chaer bahwa sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna antara satu ujaran dengan satuan ujaran lainnya.

Hubungan makna antara dua buah kata yang bersinonim bersifat dua arah. Pada dasarnya dua buah kata yang bersinonim itu kesamaannya tidak seratus persen (kesamaannya tidak bersifat mutlak). Meskipun kecil, tentu ada perbedaaanya. 

Perbedaaan makna sinonim dapat dilihat dengan memperhatikan:
  • makna dasar dan makna tambahannya, 
  • nilai rasanya (makna emotifmya), 
  • kelaziman pemakaiannya (kolokasinya) dan, 
  • distribusinya (Soedjito, 1990:77).

Contoh Sinonim:
Abrasi = Pengikisan
Absah = Sah
Absolut = Mutlak
Absurd = Janggal
Acum = Rujukan
Ad interim = Sementara
Adjektiva = Kata sifat
Afeksi = Kasih sayang
Agresi = Serangan
Agunan = Jaminan
Ahli = Pakar
Akselerasi = Percepatan
Akurat = Seksama
Almanak = Penanggalan
Ambiguitas = Bermakna ganda
Andal = Tangguh
Anemia = Kurang darah
Anggaran = Aturan

Anjung = Panggung


Sumber:

Tarigan, H.G. 1985. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa.

Sekian uraian tentang Pengertian Sinonim Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

Pengertian wacana banyak dikemukakan para ahli bahasa, diantaranya:

Chaer (2003:267) yang menyatakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang lengkap sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. 

Sejalan dengan itu, Kridalaksana (1984:208) mengemukakan hal yang sama bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupkan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. 

Sementara itu, Wahab (1991:128) menyatakan bahwa wacana dapat diartikan sebagai organisasi bahasa yang lebih luas dari kalimat atau klausa, misalnya percakapan lisan atau naskah tulisan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, admin mengacu kepada pendapat yang dinyatakan Chaer bahwa wacana adalah satuan bahasa yang lengkap sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.

Gambar: Pengertian Wacana
Kohesi dalam Wacana
Persyaratan gramatikal dalam wacana dapat dipenuhi apabila dalam wacana tersebut sudah terbina yang disebut kekohesifan, yaitu adanya keserasian antara unsur satu dan unsur lain yang ada dalam wacana tersebut. Bila wacana itu kohesif maka dapat tercipta kekoherensian, yaitu isi wacana yang apik dan benar (Chaer, 1995:267).

Pendapat yang sama diungkapkan oleh pakar lain yang menyatakan bahwa kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan yang lain dalam wacana sehingga tercipta pengertian yang apik atau koheren. Kohesi merujuk pada pertautan bentuk, sedangkan koherensi mengacu pada pertautan makna (Djajasudarma, 1993:46).

Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli di atas, peneliti mengacu pada pendapat yang dinyatakan Djajasudarma bahwa kohesi adalah keserasian hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam wacana yang merujuk pada pertautan bentuk.

Sumber:

Harimurti Kridalaksana. 1984. Kamus Linguistik Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia.

Sekian uraian tentang Pengertian Wacana Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Unsur-Unsur Instrinsik Cerpen dan Pengertiannya

Tema dan Amanat 
Tema adalah pokok pikiran yang menjadi dasar cerita yang terus menurus diceritakan dalam cerita . Sumardjo (2012 :202) mendefinisikan tema sebagai ide sebuah cerita, pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita, tetapi mengatakan sesuatu pada pembacanya. Sesuatu yang mau dikatakannya bisa sesuatu masalah kehidupan, pandangan hidupnya tentang kehidupan ini atau komentar terhadap kehidupan ini. Kejadian dan perbuatan tokoh cerita semua didasari oleh ide pengarang tersebut. Hermawan Aksan (2015:33) tema adalah pokok pikiran yang menjadi dasar cerita. 

Sedangkan amanat merupakan pesan pengarang yang disampaikan melalui tulisannya baik berupa novel ataupun cerbung.

Tema adalah ide yang mendasari sebuah cerita. Secara umum, tema terbagi menjadi tiga: (1) estetis, yakni tema yang berisikan tentang keindahan, baik secara fisik maupun psikis, misalnya tema percintaan.

Tokoh dan Penokohan 
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam secbuah cerita. Tokoh dalam sebuah cerita mempunyai peranan berbeda-beda. Seorang tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita disebut dengan tokoh inti atau tokoh utama. Penokohan berhubungan dengan cara pengarang menentukan dan memilih tokoh- tokohnya.

Menurut Abrams (Nurgiyantoro, 2007: 165) tokoh adalah orang- orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam latarbelakang mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel anda kelak.

Gambar: Unsur Instrinsik Cerpen
Alur dan Plot 
Alur dan plot secara umum banyak orang yang menyatakan sama, padahal keduanya berbeda, hanya kedua istilah tersebut tidak dapat dipisahkan. Seacara sederhana alur dan plot dapat digambarkan tahapan jalannya sebuah cerita. 

Menurut Aminuddin (2013: 83) alur dalam cerpen atau karya fiksi pada umumnya adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.

Teknik pengaluran menurut (Satoto, 1993:28) ada dua yaitu dengan jalan progresif (alur maju) yaitu dari tahap awal, tengah atau puncak, tahap akhir. Dan yang kedua jalan regresif (alur mundur) yaitu bertolak dari akhir cerita, menuju tengah atau puncak, dan berakhir pada tahap awal.

Latar
Latar secara sederhana disebut sebagai tempat, waktu dan suasana terjadinya sebuah peristiwa yang dialami oleh tokoh.

Latar dalam arti lengkap meliputi beberapa aspek yaitu: 
  1. Latar Tempat, menggambarkan lokasi terjadinya peristiwa dalam lakon. 
  2. Latar Waktu, dalam prosa dikelompokkan: waktu cerita, yaitu waktu yang ada di dlam cerita atau lamanya cerita itu terjadi, dan waktu penceritaan adlah waktu untuk menceritakan cerita. 
  3. Latar Suasana atau Sosial, yaitu menggambarkan kondisi atau situasi saat terjadinya adegan atau konflik.
Latar adalah sarana yang utama karena dari latarlah kemudian muncul tokoh, dan dari tokoh kemudian muncul konflik sehingga terciptalah alur/cerita (Novakovich, 2003:39). Karena itu pemahaman latar melalui nilai-nilai informatif (informasi mengenai banyak tempat), emotif (menghayatinya), dan ekspresif (mengungkapkan kembali demi kepentingan cerita) sangatlah penting. Penulis cerita tak akan dapat menulis kalau di dalam imajinasinya tak ada gambaran latar cerita. Baik itu yang bersifat geografis, budaya, atau yang sangat abstrak sekalipun.

Sudut Pandang 
Sudut pandang disebut juga dengan istilah pusat narasi, yaitu penentu gaya dan corak cerita. Watak dan kepribadian pengarang dalam menentukan siapa yang akan menceritakan cerita. Definisi lain sudut pandang adalah posisi dmana menjadi pusat kesadaran tempat untuk memahami setiap peristiwa dalam cerita. Cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karya tulis yang tercipta dari inspirasi sang penulis, inspirasi tersebut dapat berasal dari kisah nyata pengalaman pribadi maupun dari sebuah imajinasi penulis, secara umum orang menyatakan bahwa cerpen merupakan cerita fiksi belaka, walaupun sebenarnya ada juga cerpen yang berasal dari pengalaman pribadi seseorang yang benar-benar nyata dan berkesan.

Sumber:
Anwar, M.Shoim. 2012. Sejarah Sastra Indonesia. Sidoarjo : Media Ilmu.

Sekian uraian tentang Pengertian Pengertian Amanat, Tokoh, Penokohan, Plot, Latar Dan Sudut Pandang, semoga bermanfaat.  

Pengertian, Ciri dan Contoh Syair

Menurut bahasa, kata syair berasal dari bahasa Arab diambil dari fi'il madli sya'ara. Sya'ara, Yasy'uru, Syi'ran. Syi'ran (Syi'ir) adalah isim masdar dan sudah dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi syair. Kata syair menurut bahasa mempunyai arti Asy Syu'ur atau Al Ihsas yaitu rasa (perasaan).

Jadi seseorang penyair ialah orang yang mampu mengungkapkan apa yang terasa dalam hatinya.

Gambar: Pengertian Syair

Sedangkan pengertian syair menurut istilah, sebagai berikut:
  1. Muhammad Husein Az Ziyat mengemukakan ta'rifnya sebagai berikut: Syair adalah sebuah ungkapan yang disusun dalam bentuk sajak dengan mengungkapkan khayalan yang indah dan gambaran-gambaran yang berkesan.
  2. Yusuf Ali Al Muhdar memberikan definisi syair sebagai berikut: syair adalah suatu bentuk gubahan yang dihasilkan dari kehalusan perasaan dan keindahan daya khayal.

Dari kedua pengertian diatasn dapat ditarik kesimpulan bahwa syair merupakan gejolak hati yang diungkapkan dalam bentuk gubahan yang indah sekali.


Ciri -Ciri Syair
Ciri-ciri syair di antaranya adalah dalam setiap bait berisi empat baris dan bersajak a-a-a-a. 


Contoh Syair
Berikut ini adalah contoh sebait syair.
.....
Akan Rahmah putri bangsawan
Parasnya elok sukar dilawan
Sedap manis barang kelakuan
Sepuluh tahun umurnya tuan


Sumber:
Yunus Ali Al Muhdar dan H. Bey Arifin, Sejarah Kesusateraan Arab, Bina Ilmu, 1983.

Sekian uraian tentang Pengertian, Ciri dan Contoh Syair, semoga bermanfaat.

Pengertian Dan Fungsi Surat Menurut Para Ahli

Dalam suatu instansi selalu dibutuhkan suatu komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan satu informasi tanpa harus bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan dengan cara diadakannya komunikasi tertulis yang disebut dengan surat.


Pengertian Surat
Berikut pengertian surat menurut beberapa para ahli seperti di bawah ini yaitu sebagai berikut : 

Surat sebagai suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Dengan lebih jelasnya, Surat adalah alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain yang memiliki persyaratan khusus yaitu penggunaan kertas, penggunaan model/bentuk, penggunaan kode dan notasi, pemakaian bahasa yang khas serta pencantuman tanda tangan. (Sugiarto, 2005:2)

Surat menurut Finoza (2009:4), adalah informasi tertulis yang dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi tulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu.

Sedangkan menurut Suryani, dkk (2015:2), Surat adalah secarik kertas atau lebih yang berisi percakapan (bahan komunikasi) yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain, baik atas nama pribadi maupun organisasi/lembaga/instansi.

Menurut Yose Rizal “Surat sebagai alat untuk menyampaikan suatu maksud secara tertulis atau sebagai jenis komunikasi tulisan”. (2003:2) 

Surat adalah alat komunikasi tertulis atau sarana untuk menyampaikan pernyataan maupun informasi secara tertulis dari pihak satu ke pada pihak yang lain. (Ys. Marjo, 2000:15). 

Dari beberapa para ahli di atas yang menjelaskan pengertian surat, maka dapat disimpulkan bahwa surat adalah bentuk komunikasi yang berupa tulisan untuk menyampaikan sesuatu dari hal yang sangat penting hingga biasa, dilakukan dari satu pihak kepada pihak yang dituju. Harus memiliki persyaratan khusus seperti yang dijelaskan oleh Agus Sugiarto. Penggunaan kertas untuk menulis surat harus tetap sesuai jenis suratnya, bentuk suratnya, penggunaan kode atau notasi dalam surat dan pemakaian kalimat dalam surat harus memenuhi kaidah-kaidah tata bahasa Indonesia yang benar sehingga surat pun mudah dimengerti dan tetap menjaga sopan santun. Betapa pentingnya peranan surat, maka dalam penulisan maupun pengelolahannya harus dikerjakan sebaik mungkin agar dapat membantu memperlancar tercapainya suatu tujuan perusahaan karena surat merupakan alat komunikasi tertulis sebagai bukti otentik “hitam diatas putih”.

Fungsi Surat

Menurut Finoza (2009:4), Surat memiliki beberapa fungsi, yaitu:
  • Sebagai alat komunikasi tulis
  • Sebagai tanda bukti tertulis
  • Sebagai alat pengingat
  • Sebagai pedoman untuk bertindak
  • Sebagai keterangan keamanan
  • Sebagai duta/wakil organisasi
  • Sebagai dokumentasi historis dari suatu kegiatan.

Syarat-Syarat Surat Yang Baik
Adapun ciri-ciri surat yang baik, yaitu:
  • Menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis dan warna sesuai dengan surat yang akan ditulis.
  • Menggunakan bentuk surat yang standar
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku
  • Menggunakan gaya bahasa yang lugas
  • Menggunakan bahasa yang jelas
  • Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat
  • Menyajikan fakta yang benar dan lengkap
  • Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai dalam surat menyurat
  • Tidak menggunakan kata-kata sulit dan istilah yang belum memasyarakat atau umum (Finoza, 2009:6)
Penggolongan Surat
Surat-surat yang digunakan baik oleh individu ataupun instansi memiliki berbagai macam penggolongan surat, baik menurut isi, tujuan, wujud, sifat, keamanan isi, dan juga urgensi pengiriman/penyelesaiannyan.

Menurut Suryani,dkk (2013:4), Penggolongan surat terdiri dari:
1. Penggolongan surat menurut wujudnya:
  • Kartu Pos, yaitu surat yang ditulis pada selembar kertas sejenis karton yang berukuran 15 x 10 cm.
  • Warkat Pos, yaitu surat yang ditulis pada sehelai kertas yang didesain sedemikian rupa sehingga isi surat tidak dapat dibaca orang lain seperti layaknya surat yang bersampul. Warkatpos dikeluarkan oleh PN POSTEL.
  • Surat bersampul, yaitu surat yang ditulis pada secarik kertas (biasanya kertas dengan ukuran A4) yang dimasukkan dalam sampul surat/amplop. Adapun ukuran sampul surat ada berukuran kecil (berukuran 10 x 15 cm) dan sampul panjang (berukuran 10 x 24 cm).
  • Memorandum (Memo) dan Nota, yaitu surat-menyurat yang digunakan dikalangan internal suatu kantor. Memo dan nota merupakan surat yang isinya pokok-pokok masalah yang ditulis secara singkat.
2. Penggolongan surat berdasarkan tujuan atau isinya:
  • Surat pemberitahuan, yaitu surat yang isinya memberitahukan sesuatu informasi agar diketahui oleh penerima surat.
  • Surat perintah, yaitu surat yang isinya memerintahkan suatu hal untuk dilaksanakan oleh penerima surat.
  • Surat permintaan/permohonan, yaitu surat yang isinya suatu permintaan atau permohonan sesuatu dari penulis surat kepada penerima surat. Permintaan atau permohonan itu dapat berupa suatu barang, melaksanakan sesuatu, atau tidak melaksanakan sesuatu.
  • Surat teguran/peringatan, yaitu surat yang isinya mengingatkan atau menegur atas suatu tindakan yang dilakukan oleh penerima surat.
  • Surat panggilan, yaitu surat yang isinya tentang suatu harapan atau keinginan atau perintah agar penerima surat melaksanakan apa yang diharapkan, diinginkan atau diperintahkan dari penulis surat kepada penerima surat.
  • Surat pengantar, yaitu surat yang isinya menjelaskan atau tentang sesuatu yang harus dilakukan atau diteruskan yang oleh penerima surat atas surat/lembar petunjuk yang dikirimkan bersamanya.
  • Surat keputusan, yaitu surat yang isinya memutuskan atau memerintahkan seperti yang tertulis dalam surat yang dikirim kepada penerima surat (lihat surat bentuk khusus).
3. Penggolongan surat menurut isi atau kepentingannnya, yaitu:
  • Surat niaga atau bisnis, yaitu surat yang digunakan sebagai alat komunikasi persoalan bisnis dikalangan pengusaha atau badan-badan usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.
  • Surat dinas, yaitu surat yang digunakan di lingkungan pemerintahan atau dinas-dinas pemerintahan sebagai alat komunikasi dalam menjalankan kegiatan kedinasan.
  • Surat sosial, yaitu surat yang digunakan oleh lembaga/badan sosial sebagai alat komunikasi dalam menjalankan aktivitasnya yang bersifat non profit.
  • Surat bentuk lain, yaitu surat yang dapat digunakan secara cepat untuk suatu kepentingan yang mendadak atau harus dilaksanakan secara gerak cepat.
  • Surat pribadi atau personal, yaitu surat yang digunakan sebagai alat komunikasi diantara keluarga atau kerabat. Isi surat pribadi adalah tentang kekeluargaan dan persahabatan.
4. Penggolongan surat berdasarkan keamanan isinya:
  • Surat sangat rahasia, yaitu surat atau dokumen yang diberi tanda “RHS” dan pada umumnya kode ini digunakan dalam lingkungan bisnis/organisasi/lembaga/perorangan.
  • Surat rahasia atau sering disebut surat konfidensial, yaitu surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain selain yang namanya atau jabatannya disebutkan pada alamat surat tersebut.
  • Surat biasa, yaitu surat pada umumnya yang dapat dilakukan dengan menggunakan Kartu Pos, Warkat Pos atau surat tertutup yang dimasukkan ke dalam sampul atau cara lain. Apabila isinya dibaca orang lain tidak akan menimbulkan suatu akibat buruk atau merugikan yang bersangkutan atau organisasi/pejabat yang bersangkutan .
5. Penggolongan surat berdasarkan urgensi pengiriman/penyelesaiannya:
  • Surat “Sangat Segera” atau kilat, yaitu surat yang harus dikirim dan secepatnya harus diketahui oleh penerima surat dan mendapat tanggapan atas isi surat dengan secepat mungkin.
  • Surat “Segera”, yaitu surat yang perlu mendapat tanggapan dari penerima surat atas isinya sesegara mungkin ditindaklanjuti.
  • Surat Biasa, yaitu surat yang isinya maupun cara pengirimannya tidak memerlukan cara secepatnya, tetapi sesuai uratan penyelesaian berdasarkan jadwal aktivitasnya.


Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.


Sekian uraian tentang Pengertian Surat Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

Pada kesempatan kali ini, admin akan menyajikan beberapa pengertian kalimat menurut beberapa ahli.


Dardjowidojo (1988: 254) menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

Slametmuljana (1969) menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih. 

Kridalaksana (2001:92) juga mengungkapkan kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya. 

Badudu (1994: 3-4) mengungkapkan bahwa sebagai sebuah satuan, kalimat memiliki dimensi bentuk dan dimensi isi. Kalimat harus memenuhi kesatuan bentuk sebab kesatuan bentuk itulah yang menjadikan kesatuan arti kalimat. Kalimat yang yang strukturnya benar tentu memiliki kesatuan bentuk sekaligus kesatuan arti. Wujud struktur kalimat adalah rangkaian kata-kata yang disusun berdasarkan aturan-aturan tata kalimat. Isi suatu kalimat adalah gagasan yang dibangun oleh rangkaian konsep yang terkandung dalam kata-kata. Jadi, kalimat (yang baik) selalu memiliki struktur yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya harus menempati posisi yang jelas. Setiap unsur yang terdapat di dalamnya harus menempati posisi yang jelas dalam hubungan satu sama lain. Kata-kata itu diurutkan menurut aturan tata kalimat.

Dardjowidjojo (1988:29) juga menjelaskan bahwa kalimat umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang berlaku. Setiap kata termasuk kelas kata atau kategori kata, dan mempunyai fungsi dalam kalimat. Pengurutan rentetan kata serta macam kata yang dipakai dalam kalimat menentukan pula macam kalimat yang dihasilkan. 


Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat ialah bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh, merupakan satuan gramatikal yang dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan, terdiri atas satu atau lebih klausa yang ditata menurut sistem bahasa yang bersangkutan, dan mempunyai pola intonasi final.


Contoh Kalimat
(1) Gita sedang belajar di kelas.

Contoh (1) merupakan sebuah kalimat. Contoh tersebut merupakan bagian terkecil ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh merupakan satuan gramatikal yang dapat berdiri sendiri, terdiri atas satu klausa yang ditata menurut sistem bahasa yang bersangkutan, dan mempunyai pola intonasi final. Inilah yang dimaksud kalimat.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.