Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Pengertian Air Menurut Para Ahli

Pengertian Air - Apa Itu Air? Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, yakni demi peradaban manusia. Air adalah semua air yang terdapat pada diatas maupun di bawah permukaan tanah. Air dalam pengertian ini termasuk air permukaan, air tanah, air hujan dan air laut yang dimanfaatkan di darat.

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Pengertian Air
Pengertian Air Menurut Para Ahli yaitu diantaranya :
  • Menurut Sitanala Arsyad - Air adalah senyawa gabungan antara dua atom hydrogen dan satu atom oksigen menjadi H2.
  • Menurut Effendi - Air adalah salah satu sumber energi.
  • Menurut Robert J. Kodoatie - Air merupakan material yang membuat kehidupan terjadi di bumi.
  • Menurut Roestam Sjarief - Air merupakan zat yang paling esensial dibutuhkan oleh makhluk hidup.
  • Menurut Sayyid Quthb - Air adalah dasar dari suatu kehidupan dan merupakan satu unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan hingga manusia pun sangat menantikan kedatangannya.
  • Menurut Eko Budi Kuncoro - Air merupakan suatu senyawa kimia sederhana yang terdiri atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom Oksigen (O). Air mempunyai ikatan Hidrogen yang cenderung bersatu padu untuk menentang kekuatan dari luar yang akan memecahkan ikatan-ikatan ini.
  • Menurut Bambang Agus Murtidjo - Air merupakan substansi yang mempunya keistimewaan sebagai penghantar panas yang sangat baik, sehingga air di dalam tubuh lebih penting dari makanan.
  • Menurut Muhamad Erwin, bahwa : Air merupakan sumber daya alam yang mempunyai arti dan fungsi sangat penting bagi manusia. Air dibutuhkan oleh manusia, dan makhluk hidup lainnya seperti tetumbuhan, berada di permukaan dan di dalam tanah, di danau dan laut, menguap naik ke atmosfer, lalu terbentuk awan, turun dalam bentuk hujan, infiltrasi ke bumi/tubuh bumi, membentuk air bawah tanah, mengisi danau dan sungai serta laut, dan seterusnya.
Air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air, menyatakan bahwa “Air adalah semua Air yang terdapat pada, di atas atau di bawah permukaan tanah, termasuk air laut yang berada di darat.”

Pemanfaatan Air
Pemanfaatan air untuk berbagai keperluan adalah :
  • Untuk keperluan air minum.
  • Untuk kebutuhan rumah tangga I (cuci pakaian, cuci alat dapur, dan lain- lain).
  • Untuk kebutuhan rumah tangga II (gelontor, siram-siram halaman)
  • Untuk konservasi sumber baku PAM.
  • Taman rekreasi (tempat-tempat pemandian, tempat cuci tangan).
  • Pusat perbelanjaan (khususnya untuk kebutuhan yang dikaitkan dengan proses kegiatan bahan-bahan/ minuman, WC dan lain-lain).
  • Perindustrian I (untuk bahan baku yang langsung dikaitkan dalam proses membuat makanan, minuman seperti the botol, coca cola, perusahaan roti dan lain-lain).
  • Pertanian/ irigasi
  • Perikanan.
  • Lain-lain.
Menurut Alamsyah, manfaat air bagi tubuh manusia adalah:
  • Membantu proses pencernaan
  • Mengatur proses metabolisme
  • Mengangkut zat-zat makanan
  • Menjaga keseimbangan suhu tubuh.

Referensi:
Trie M. Sunaryo, Tjoek Walujo, Aris Harnanto, Pengelolaan Sumber Daya Air Konsep dan Penerapannya, Bayumedia Publishing, Malang, 2007, hlm. 1.

Baca juga:

Pengertian Laut Menurut Para Ahli

Pengertian Laut - Laut adalah bagian muka bumi yang tertutup air dan mempunyai salinitas yang cukup tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang laut disebut oseanografi. Laut yang sangat luas dan terletak di antara benua disebut samudra. Contoh laut samudra, misalnya Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dll.

Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau (bagian muka bumi yang tertutup air dan punya kadar garam tinggi), misalnya Laut Tengah, Laut Kaspia, Laut Jawa, dll. Sedangkan, laut yang relatif melewati dua pulau yang sangat dekat disebut selat, contohnya selat Malaka. Ada juga bagian laut yang menjorok ke daratan disebut teluk, misalnya Teluk Benggala dan Teluk Jakarta. Terdapat juga laut sengaja digali atau dikeruk untuk menghubungkan daratan dan lautan untuk pelayaran disebut terusan.

Pengertian Laut
Pengertian Laut Menurut Para Ahli:
Abdul Muthalib Tahar (2007)
Dalam definisinya, pengertian laut adalah sekumpulan air asin yang memiliki jumlah yang sangat luas sehingga mampu untuk misahkan benua, pulau, dan lain sebaginya.

M.Daud Silalahi (2001)
Laut menurutnya, ialah salah satu unsur yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, hal ini lantaran didalam laut terdapat kekayaan yang bisa dimaksimalkan dalam kehidupan.

Anonim (20014)
Laut atau kelauatan ialah kumpulan air yang berasa asin dalam jumlah yang tidak terbatas sehingga mampu memisakahan wilayah satua dengan yang lainnya.

Dalam laman ini, laut adalah air asin yang ersat hubungannnya dengan samudra di muka bumi.

Jenis-jenis laut dapat dibagi dalam beberapa jenis. Berdasarkan cara terjadinya, laut dibagi menjadi:
  1. Laut Transgresi: laut transgesi adalah laut yang terjadi karena genangan air laut terhadap daratan akibat kenaikan permukaan air laut 60-70 m pada zaman berakhirnya zaman es, Hal ini mengakibatkan daerah dataran rendah Indonesia Barat dan Timur yang semula darat berubah menjadi laut dangkal. Contoh: Laut Jawa. Selat Karimata, Laut Cina Selatan. dan Laut Arafuru.
  2. Laut Ingresi: laut ingresi adalah laut dalam karena dasar taut mengalami gerakan menurun/turunnya tanah di dasar taut. Contoh: Laut Banda. Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.
  3. Laut Regresi: laut regresi adalah laut yang menyempit terjadi pada zaman es. Karena terjadi penurunan muka air laut akibat temperatur di muka bumi pada umumnya turun 4-5 derajat celcius.
Referensi:
M. Daud Silalahi, Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia, Alumni, Bandung, 2001.
Abdul Muthalib Tahar, Hukum Laut Internasional menurut KHL PBB 1982 dan perkembangan

Hukum Laut di Indonesia, Fakultas Hukum Internasional Bagian Hukum Internasional, 2007, Hlm 1.

Sekian uraian tentang Pengertian Laut Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Pengertian Geografi - Geografi merupakan ungkapan atau kata dari bahasa Inggris Geography yang terdiri dari dua kata yaitu: Geo yang berarti bumi dan Graphy (dalam bahasa Yunani Graphein) yang berarti pencitraan, pelukisan atau deskripsi. Jadi dalam arti katanya geografi adalah pencitraan, pelukisan, atau deskripsi tentang keadaan bumi.

Pengertian Geografi menurut beberapa ahli:
Menurut P. Haggett dalam bukunya “ Locational Analysis In Human Geography” (1965): it relevant to note that geography enquires in recent years concern mainly with: 1). The ecological system 2). The spasial system. The first relates man to his environment while the second deals with linkages between regions in a complex interchange of flow. In both system movements and contacs are of fundamental importance.

Relevan untuk dicatat bahwa akhir-akhir ini perhatian geografi terutama terarah pada:
1). Sistem ekologi
2). Sistem keruangan.

Pertama berkaitan dengan manusia dan lingkungannya, yang kedua berkaitan dengan hubungan antar wilayah dalam hubungan timbal balik yang komplek dari pergerakan pertukaran. Dalam kedua sistem tersebut gerakan dan kontak merupakan masalah dasar yang utama.

R. Bintarto (1983), mengemukakan definisi geografi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala muka bumi dan peristiwa yang terjadi di muka bumi baik fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologi dan kewilayahan.

Pada Seminar Dan Lokakarya Geografi tahun 1988 yang diprakarsai oleh Ikatan Geografi Indonesia (IGI) sepakat merumuskan definisi geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Pengertian Geografi

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala hubungan kausal gejala yang ada di permukaan bumi serta interaksinya baik dalam bentuk fisik maupun makhluk hidup beserta permasalahannya dengan menggunakan pendekatan keruangan, ekologi dan kewilayahan.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.
Sekian uraian tentang Pengertian Geografi Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Wilayah Menurut Para Ahli

Pengertian Wilayah - Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait kepadanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.

Menurut Rustiadi, et al. (2006) wilayah dapat didefinisikan sebagai unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu dimana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional. Sehingga batasan wilayah tidaklah selalu bersifat fisik dan pasti tetapi seringkali bersifat dinamis. Komponen-komponen wilayah mencakup komponen biofisik alam, sumberdaya buatan (infrastruktur), manusia serta bentuk-bentuk kelembagaan.

Dengan demikian istilah wilayah menekankan interaksi antar manusia dengan sumberdaya-sumberdaya lainnya yang ada di dalam suatu batasan unit geografis tertentu. Konsep wilayah yang paling klasik (Hagget, Cliff dan Frey, 1977 dalam Rustiadi et al., 2006) mengenai tipologi wilayah, mengklasifikasikan konsep wilayah ke dalam tiga kategori, yaitu:
  1. wilayah homogen (uniform/homogenous region);
  2. wilayah nodal (nodal region); dan
  3. wilayah perencanaan (planning region atau programming region).
Sejalan dengan klasifikasi tersebut, (Glason, 1974 dalam Tarigan, 2005) berdasarkan fase kemajuan perekonomian mengklasifikasikan region/wilayah menjadi :
  1. fase pertama yaitu wilayah formal yang berkenaan dengan keseragaman/homogenitas. Wilayah formal adalah suatu wilayah geografik yang seragam menurut kriteria tertentu, seperti keadaan fisik geografi, ekonomi, sosial dan politik.
  2. fase kedua yaitu wilayah fungsional yang berkenaan dengan koherensi dan interdependensi fungsional, saling hubungan antar bagian-bagian dalam wilayah tersebut. Kadang juga disebut wilayah nodal atau polarized region dan terdiri dari satuan-satuan yang heterogen, seperti desa-kota yang secara fungsional saling berkaitan.
  3. fase ketiga yaitu wilayah perencanaan yang memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi.
Menurut Saefulhakim, dkk (2002) wilayah adalah satu kesatuan unit geografis yang antar bagiannya mempunyai keterkaitan secara fungsional. Wilayah berasal dari bahasa Arab “wālā-yuwālī-wilāyah” yang mengandung arti dasar “saling tolong menolong, saling berdekatan baik secara geometris maupun similarity”. Contohnya: antara supply dan demand, hulu-hilir.

Oleh karena itu, yang dimaksud dengan pewilayahan (penyusunan wilayah) adalah pendelineasian unit geografis berdasarkan kedekatan, kemiripan, atau intensitas hubungan fungsional (tolong menolong, bantu membantu, lindung melindungi) antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Wilayah Pengembangan adalah pewilayahan untuk tujuan pengembangan/pembangunan/development. Tujuan-tujuan pembangunan terkait dengan lima kata kunci, yaitu:
  1. pertumbuhan;
  2. penguatan keterkaitan;
  3. keberimbangan;
  4. kemandirian;
  5. keberlanjutan.
Pengertian Wilayah Menurut Para Ahli

Sumber:
Ernan Rustiadi, et., al. 2006, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, edisi Mei 2006, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor.

Sekian uraian tentang Pengertian Wilayah Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Letak Geografis Dan Astronomis

Apa Itu Letak Geografis dan Letak Astronomis? | Letak geografi Indonesia dan letak astronomis Indonesia adalah posisi negara Indonesia yang didefinisikan terhadap batasan-batasan yang mengelilingi Indonesia. Negara kita memiliki sejumlah pulau yang tersusun dari sabang sampai merauke. Penampakan permukaan alam Indonesia terdiri diri perairan dan daratan yang berbanding antara 4:1.

Penampakan daratan berupa gunung tertinggi, sungai terpanjang di Indonesia, danau membuat Indonesia menjadi negara ke 15 terluas di dunia.

Indonesia termasuk negara kepulauan yang berada pada posisi strategis yang digambarkan dari letak geografis dan letak astronomis Indonesia. Berikut ini selengkapnya !

Letak geografis Indonesia 
Letak geografis Indonesia adalah posisi negara Indonesia yang dilihat dari permukaan bumi secara nyata sesak geuai penampakanalam yang membatasi Indonesia. Letak geografis menekankan pada fenomena alam berupa keadaan alam yang melingkupi wilayah tersebut. 
Hal ini berarti benua, samudera, danau, laut dan sebagainya. Batasan letak geografis Indonesia secara umum diapit oleh dua benua dan dua samudera, berikut penjelasannya :
  • Bagian barat laut : Wilayah Indonesia di batasi dengan Benua Asia 
  • Bagian tenggara : Batasan wilayah Indonesia dengan Benua Australia 
  • Bagian barat : Indonesia sebelah berat berbatasan dengan Samudera Hindia 
  • Bagian timur : wilayah laut Indonesia berbatasan dengan Samudera Pasifik
Gambar : Peta Letak Geografis Indonesia

Letak Astronomis Indonesia 
Letak astronomis indonesia adalah dimana posisi Indonesia yang dipengaruhi oleh garis khayal bumi yakni garis lintang dan bujur yang mengelilingi bumi. Dinamai garis khayal karena memang pada permukaan bumi sebenarnya, garis ini tidak ada hanya merupakan pengembangan ilmu astronomi pada cabang-cabang ilmu biologi. Letak astronomis Indonesia berdasarkan garis lintang dan bujur, yaitu :

Garis Lintang
Garis lintang membagi struktur bumi menjadi 2 bagian sama besar yaitu antara utara dan selatan. Garis lintang sejajar dengan garis khayal khatulistiwa (equator) yang membentang hingga kutub selatan dan kutub utara. Letak astronomis Indonesia berada pada titik 6 o Lintang Utara (LU) sampai 11 o Lintang Selatan (LS).

Garis Bujur
Garis Bujur membelah bumi secara horizontal, dari barat ke timur. Garis bujur disebut juga dengan garis meredien yang membatasi letak astronomis Indonesia antara 95o bujur timur (BT) – 141o bujur timur (BT).

 


Sekian Pengertian Letak Geografis Dan Letak Astronomis, semoga artikel ini dapat bermanfaat..

Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli

Penginderaan Jauh (Remote Sensing) - Berdasarkan hasil penelitian para ahli penginderaan jauh selama ini serta adanya kebutuhan  bagi pembangunan nasional, maka pemerintah telah memutuskan untuk membangun suatu  sistem Stasiun Bumi Satelit Penginderaan Jauh yang pelaksanaannya dipercayakan kepada LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Sistem yang dibangun disesuaikan dengan perkembangan saat ini, yaitu dapat menerima dan mengolah data dari berbagai satelit yang diorbitkan dari bumi.
Melalui pendidikan yang modern, para ahli diharapkan mampu mengolah (menginterpretasi, mengoreksi, dan menyajikan) data dari satelit agar dapat digunakan  untuk membantu pembangunan. 
Beberapa satelit yang diluncurkan dari bumi oleh beberapa negara maju antara lain:
  1. LANDSAT milik Amerika Serikat 
  2.  SPOT milik Perancis 
  3. ERSI (Earth Resources Satellite) milik Badan Antariksa Eropa (ESA).
Banyak kegunaan hasil pemotretan bumi dari satelit merupakan perkembangan dari pengukuran permukaan bumi dengan alat ukur tanah yang dikembangkan dengan foto udara dan kemudian dengan satelit.

PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH
Berikut adalah pengertian Pengindraan jauh menurut beberapa ahli:
  • Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna (Curran, 1985). 
  • Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas jauh dari objek yang diindera (Colwell, 1984). Foto udara, citra satelit, dan citra radar adalah beberapa bentuk penginderaan jauh. 
  • Penginderaan jauh (remote sensing), yaitu ilmu untuk mendapatkan informasi mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari jarak jauh (Campbell, 1987). Hal ini biasanya berhubungan dengan pengukuran pantulan atau pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu objek.

Sumber:
Paul J. Curran, 1985. Principle of Remote Sensing, John Willy & Son, New York.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian penginderaan jauh menurut para ahli, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih..

Pengertian Perairan Darat

|Pengertian Perairan Darat| Perairan darat adalah semua bentuk air yang terdapat di daratan. Air dapat berupa benda cair atau benda padat (es dan salju). Adapun dari keduanya yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah yang berbentuk benda cair yaitu air. Meliputi di antaranya air permukaan, air tanah, sungai, danau, dan sebagian air rawa. Air di daratan sebagian besar berasal dari curah hujan. Air hujan ini sebagian meresap ke dalam tanah, ada yang mengalir pada permukaan tanah melalui sungai kemudian terus ke laut. Ada juga yang mengalir ke danau atau ke rawa-rawa, sebagian ada yang menguap langsung atau melalui tumbuh-tumbuhan atau binatang-binatang. Kesemuanya akan mengalir kembali ke laut. Dari laut airnya akan menguap dan akhirnya menjadi hujan, kemudian menuju ke daratan lagi. Proses inilah yang dinamakan siklus air. 
Perbandingan antara banyaknya air yang meresap dan mengalir di permukaan, bergantung pada berbagai faktor sebagai berikut.
  • Jumlah curah hujan yang jatuh.
  • Kekuatan jatuhnya butiran air hujan di permukaan bumi.
  • Lamanya curah hujan.
  • Penutupan vegetasi di permukaan bumi.
  • Derajat permeabilitas (meloloskan air) dan struktur bumi.
  • Kemiringan topografi.
Dalam kehidupan manusia di permukaan bumi ini terdapat tiga macam siklus air yaitu sebagai berikut.
a. Siklus Kecil atau PendekAir laut mendapat sinar matahari, kemudian mengalami penguapan yang semakin lama semakin banyak. Setelah mencapai ketinggian tertentu, temperatur udara menurun, maka terjadilah kondensasi (pengembunan), dan terbentuklah awan yang mengakibatkan turunnya hujan di atas permukaan laut tersebut. Siklus ini dinamakan dengan siklus pendek.
 
b. Siklus SedangAir laut yang mendapat sinar matahari, kemudian menguap. Uap air tersebut terbawa oleh angin ke daratan. Akibat suhu udara di atas daratan (biasanya pegunungan) dingin, maka terjadilah kondensasi sehingga terbentuklah awan. Jika awan tersebut telah jenuh oleh uap air, terjadilah hujan. Air hujan tersebut ada yang mengalir di permukaan bumi, meresap ke dalam tanah, ada yang masuk danau, sungai, dan akhirnya kembali
ke laut. Siklus (peredaran) air ini disebut siklus sedang.
c. Siklus Panjang dan Siklus BesarSiklus ini terjadi karena pengaruh panas sinar matahari yang mengakibatkan air laut menguap. Uap air tersebut terbawa oleh angin jauh ke wilayah daratan. Setelah mengalami pendinginan, uap air tersebut berubah menjadi kristal es sehingga terjadilah hujan salju. Salju yang berkumpul membentuk padang salju yang kemudian mencair dan mengalir pada sungai es (gletser). Setelah mencair akhirnya kembali ke laut. Siklus air ini disebut siklus panjang.

Sumber:
- Mamat Ruhimat Drs., Bambang Utoyo Drs., Penuntun Belajar Geografi 1, untuk SMU Kelas I, Bandung: Ganesa Exact, 1996.
- Moh. Ma’mur Drs., Omi Kartawidjaja Dra., Penuntun Belajar Geografi untuk SMA,

Bandung: Ganesa Exact, 1986.

 
Gambar
Pengertian Perairan Darat 


Sekian uraian tentang Pengertian Perairan Darat, Semoga bermanfaat...!

Pengertian Cuaca dan Iklim

|Cuaca| adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya pagi hari, siang hari, atau sore hari, dan keadaannya dapat berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya.  
Di Indonesia keadaan cuaca selalu diinformasikan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).
|Iklim| adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, serta arus laut dan badai. Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi.
Meteorologi atau ilmu cuaca adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas. Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala-gejala cuaca. Perbedaannya di antara keduanya adalah pada klimatoligi tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala cuaca tersebut memiliki sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.
 
 Gambar
Pengertian Cuaca dan Iklim

Sekian uraian tentang Pengertian Cuaca dan Iklim, Semoga bermanfaat..! 

Teori Terbentuknya Tata Surya Menurut Para Ahli

|Pembahasan Mengenai Teori Terjadinya Tata Surya|
a. Teori NebulaTeori Nebula kali pertama dikemukakan oleh seorang filsuf berkebangsaan Jerman yang bernama Immanuel Kant yang hidup antara tahun 1724–1804. Menurut Kant, tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang memiliki berat jenis tinggi yang disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan inti-inti massa yang lebih kecil maka berubahlah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi disebut matahari. 
Teori nebula lainnya yang berkembang dikemukakan oleh seorang astronom berkebangsaan Prancis bernama Pierre Simon de Laplace yang hidup antara 1749–1827. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari.

b. Teori Planetesimal
Moulton dan Chamberlain (1900) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas dan bersuhu tinggi. Gabungan dari bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

c. Teori Pasang SurutAstronom Jeans dan Jeffreys (1917) mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya terdiri dari matahari tanpa memiliki anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh adanya pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari. Lama kelamaan mendingin dan membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.
d. Teori Bintang KembarTeori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planetplanet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.

e. Teori Awan DebuVon Weizsaecker (1945) dan G.P. Kuiper (1950) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium). Adanya ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan ter jadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan perputaran yang sangat cepat dan teratur sehingga ter bentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah bentuk menjadi planet-planet.


Sumber:
Admiranto, A. Gunawan. 2000. Tata Surya dan Alam Semesta. Yogyakarta: Kanisius

 
Gambar
Terori Terbentuknya Tata Surya

Sekian uraian tentang Teori Terbentuknya Tata Surya Menurut Para Ahli, Semoga bermanfaat..!