Showing posts with label Pengertian. Show all posts
Showing posts with label Pengertian. Show all posts

Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli

|Pengertian Bangsa|

Bangsa dalam arti etnis dapat disamakan dengan bangsa dalam arti rasial atau keturunan. 

Dalam arti kultural, bangsa merupakan sekelompok manusia yang menganut kebudayaan yang sama. Karena kebudayaan mempunyai cabang dan unsur yang banyak sekali, pengertian di sini merupakan pengertian bangsa yang didukung dan dikuasai oleh lebih banyak kebudayaan yang diberlakukan daripada yang tidak diberlakukan. Misalnya, kelompok bangsa-bangsa yang menggunakan bahasa dan aksara, serta adat istiadatyang sama.

Dalam arti politis, bangsa merupakan kelompok manusia yang mendukung suatu organisasi kekuasaan yang disebut negara tanpa menyelidiki asal­usul keturunannya.

Gambar: Pengertian Bangsa

Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
Ada beberapa pendapat para pakar mengenai pengertian bangsa, yaitu sebagai berikut.
  • Ernest Renan (Perancis) - Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (hasrat bersatu) dengan perasaan setia kawan yang agung.
  • Otto Bauer (Jerman) - Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai persamaan karakter. Karakteristik tumbuh karena adanya persamaan nasib.
  • F. Ratzel (Jerman) - Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik).
  • Hans Kohn (Jerman) Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara pasti. Kebanyakan bangsa memiliki faktor-faktor obyektif tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain.
  • Jalobsen dan Lipman - Bangsa adalah kesatuan budaya (cultural unity) dan suatu kesatuan politik (political unity).

Kesimpulan: bangsa adalah kesatuan budaya yang sudah terikat dalam sejarah

Sumber: Haricahyono Cheppy. Bangsa dan Negara. Yogyakarta: Paradigma; 1991.

Sekian uraian pengertian Bangsa Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Ekspor Menurut Para Ahli

Pengertian Ekspor - Menurut undang-undang no 2 Tahun 2009, ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean Indonesia dan/atau jasa dari wilayah negara Republik Indonesia. Daerah pabean adalah wilayah republik indonesia yang meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat-tempat di Zona Ekonomi Ekslusif dan Landas Kontinen yang didalamnya berlaku Undang-undang Kepabeanan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 145/PMK. 04/2007 tentang Ketentuan Pabean di Bidang Ekspor yang dimaksud dengan ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Barang ekspor adalah barang yang dikeluarkan dari daerah pabean. Sementara yang dimaksud dengan eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang melakukan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean.

Ekspor adalah barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri untuk dijual keluar negeri. Secara definitive ekspor adalah aktivitas penjualan baik berupa barang maupun jasa dari suatu negara ke negara lain atau kepasar dunia.

Menurut Sudono Sukirno yang dikutib oleh Menik menjelaskan ekspor adalah pembelian negara lain atas barang buatan perusahaan-perusahaan didalam negeri. 


Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ekspor merupakan penjualan barang-barang maupun jasa-jasa keluar negeri dengan legal.

Kegiatan ekspor didasari atas kondisi tidak ada suatu negara yang benar-benar mandiri karna satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi. Setiap negara mempunyai karakteristik masing-masing seperti sumber daya alam, iklam, geografis, struktur ekonomi dan struktur sosial. Hal ini menyebabkan komuditas yang dihasilkan, komposisi biaya yang diperlukan, serta kuantitas dan kualitas produk. Perbedaan inilah yang mendorong adanya kegiatan ekspor.

Gambar: Pengertian Ekspor

Adapun ciri-ciri ekspor yang dikemukan oleh Siswanto Sujoto adalah sebagai berikut:
  1. Antara penjual dan pembeli komoditas yang diperdagangkan dipisahkan oleh batas teritorial kenegaraan.
  2. Terdapat perbedaan mata uang antara negara pembeli dan penjual.
  3. Adakalanya antara pembeli dan penjual belum terjalin hubungan lama dan akrab.
  4. Sering kali terdapat perbedaan kebijakan pemerintah antara pembeli dan penjual di bidang perdagangan internasional, moneter lalu lintar devisa, labeling, embargo, atau perpajakan.
  5. Antara pembeli dan penjual kadang terdapat perbedaan tingkat penguasaan teknik dan terminologi transaksi peragangan internasional serta bahasa asing yang secara populer dipergunakan dalam traksaksi itu, misalnya bahasa inggris.

Sumber:
Herman Budi Sasono, Manajemen Ekspor dan Perdagangan Internasional, (Yogyakarta: ANDI, 2013).


Sekian uraian tentang Pengertian Ekspor Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional - Pendapatan nasional mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu perekonomian negara. Dengan pendapatan nasional negara dapat mengetahui mengenai seberapa efisien sumber daya yang ada dalam perekonomian yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar produksi barang dan jasa. Menurut Sadono Sukirno pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu.15 Secara fiknitif pendapatan nasional merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam suatu negara, dalam kurun waktu tertentu prinsip ini mewakili konsep Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross domestic Product (GDP) dan Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).

Pendapatan nasional merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi disuatu negara dalam periode tertentu. Pendapatan nasional adalah PDB, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Pada dasarnya PDB merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu. PDB atas harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga berlaku pada setiap tahun. 

Sedangkan PDB atas dasar konstan menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. PDB dan PNB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedangkan harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ketahun.16

Gambar: Pengertian Pendapatan Nasional

Konsep Dan Istilah yang Terkait dengan Pendapatan Nasional
Istilah-istilah yang harus dipelajari berkaitan dengan pendapatan nasional, yaitu:

a. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
Di negara berkembang Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan konsep yang paling penting dibandingkan dengan konsep pendapatan nasional lainnya. PDB merupakan nilai barang dan jasa yang diproduksi di dalam negara yang bersangkutan untuk kurun waktu tertentu.18 Dimana didalamnya termasuk output barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang diproduksi oleh perusahaan milik warga negara yang bersangkutan maupun milik warga negara asing yang berdomisili di negara yang bersangkutan.

Di dalam perekonomian negara maju maupun berkembang barang dan jasa diproduksi bukan dari perusahaan milik penduduk negara tersebut namun juga berasal dari perusahaan milik negara lain atau perusahaan asing. Adanya perusahaan multinasional dapat membantu menaikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara tersebut. Perusahaan multinasional menyediakan modal, teknologi serta tenaga kerja dimana perusahaan tersebut beroperasi. Operasinya membantu menambah barang dan jasa yang diproduksi didalam negara, menambah penggunaan tenaga kerja dan pendapatan serta menambah ekspor. Operasi perusahaan multinasional merupakan bagian yang cukup penting kegiatan ekonomi suatu negara dan nilai produksi yang disumbangkan dalam perhitungan pendapatan nasional.

b. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)
Produk Nasional Bruto (PNB) merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara selama satu tahun. Dimana yang dihitung dalam kategori PNB adalah produksi barang dan jasa atau output yang dihasilkan oleh factor-faktor produksi/input yang dimiliki oleh warga negara yang bersangkutan, baik yang secara geografis berdomisili didalam negeri mapun yang secara geografis berada dinegara lain atau luar negeri.

Pengelompokan PDB dan PNB terdapat dua kategori yaitu PDB atau PNB nominal dan PDB atau PNB riil. PDB atau PDB nominal adalah pengukuran nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara menurut harga yang berlaku ketika barang dan jasa tersebut diproduksi. Sedangkan PDB atau PNB rill merupakan pengukuran nilai barang dan jasa yang diproduksi pada kurun waktu tertentu menurut harga konstan pada tahun tertentu (sebagai tahun dasar) dan seterusnya digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional pada tahun berikutnya.

c. Produk Nasional Neto (Net National Product)
Investasi dalam sektor perusahaan mempunyai peran yang sangat penting. Dengan adanya investasi dapat mengganti barang modal yang sudah usang dan menambah stok barang modal yang sudah ada.20 Dalam perhitungan PDB berdasarkan pendekatan pengeluaran, yang dimasukan adalah total pengeluaran investasi bruto. Namun yang lebih relevan adalah investasi neto (investasi bruto-deprisasi). Untuk menghasilkan output yang lebih akurat, maka PNB dikurangi deprisiasi yang menghasilkan NNP.

d. Pendapatan Nasional (National Income)
Dalam perhitungan output nasional dengan metode pendapatan dijelaskan bahwa Pendapatan Nasional (PN) adalah balas jasa atas seluruh faktor produksi yang digunakan. Angka PN dapat diturunkan dari angka PNN. Untuk mendapatkan angka PN ke PNN harus mengurangi PNN dengan pajak tidak langsung dan menambahkan angka subsidi.

e. Pendapatan Personal (Personal Income)
Pendapatan Personal (PP) adalah bagian pendapatan nasional yag merupakan hak individu-individu dalam perekonomian, sebagai balas jasa keikutsertaan mereka dalam proses produksi.21 Untuk memperoleh angka PP dari PN maka laba perusahaan yang tidak dibagikan harus dikurangkan. Selain itu pembayaran asuransi social juga harus dikurangkan. Perhitungan PP juga menambahkan pendapatan buanga yang diterima dari pemerintah dan konsumen serta pendapatan non balas jasa.

f. Pendapatan Personal Disposabel (Disposable Personal Income)
PPD merupakan pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu baik untuk membiayai konsumsinya maupun untuk ditabung. Besarnya adalah pendapatan personal dikurangi pajak atas pendapatan personal.


Sumber: 
Roni Mauliansyah dan Zainuddin Mard, Pengaruh Investasi dan Belanja Pemerintah terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Aceh, Jurnal Penelitian Ekonomi Akutansi (JENSI) Vol.1, No.2, Aceh, 2017.


Sekian uraian tentang Pengertian Pendapatan Nasional, semoga bermanfaat.

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Investasi
Investasi pada hakekatnya bertujuan untuk menghasilkan sejumlah uang. Investasi merupakan modal dan keuntungan dari modal yang telah ditanamkan dalam suatu periode tertentu. Apabila investor menanamkan uangnya maka ia akan mengharapkan memperoleh uang pengembalian yang lebih banyak di masa mendatang. 

Pengertian Investasi - Istilah investasi memiliki beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Teori ekonomi mengartikan investasi sebagai pengeluaran untuk pembelian modal atau barang-barang yang tidak dikonsumsi saat ini namun digunakan untuk kegiatan produksi guna menghasilkan barang atau jasa di masa yang akan datang. 

Investasi dapat disebut juga sebagai penanaman modal, untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai investasi, berikut ini dipaparkan beberapa pengertian investasi menurut para ahli:

Menurut Jogiyanto (2013:5) pengertian investasi adalah: “Penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu”.

Menurut Tandelilin (2010:3): “Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang”. 

Di lain sisi, Relly dan Brown (2012) memberikan pengertian investasi, sebagai berikut : “investment is the current commitment of dollar for a period of time to derive future payment that will compensate investor for (1) the time the funds are committed, (2) the except rate of inflation, (3) the uncertainty of the future payment.” 

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa investasi adalah penempatan sejumlah dana saat ini pada satu atau lebih aktiva yang dimiliki pada periode tertentu untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang.

Gambar: Pengertian Investasi

Bentuk Investasi
Menurut Bodie,dkk (2010) ada dua bentuk investasi yaitu: 
a. Asset keuangan 
Asset keuangan merupakan asset yang wujudnya tidak terlihat tapi memiiki nilai yang tinggi. Investasi ini terdapat di perbankan dan di pasar modal. Contohnya deposito, Surat Bank Indonesia (SBI), saham, obligasi dan lain-lain. Asset keuangan tidak lebih dari lembaran kertas dan tidak berkontribusi secara langsung dalam kapasitas produktifitas perekonomian. Masing-masing memiliki risiko dan keuntungan yang berbeda-beda. Jika investasi yang dipilih memiliki risiko yang besar maka keuntungan yang di dapat akan besar, sebaliknya jika investasi yang dipilih memiliki risiko kecil, maka keuntungan yang di dapat juga kecil. 

b. Asset riil 
Asset riil merupakan asset yang memiliki bentuk seperti emas, perak, berlian, lukisan dan barang tak bergerak. Asset riil seperti tanah, gedung, mesin dan pengetahuan dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh barang dan jasa. Keuntungan yang di dapat dari investasi ini bervariasi karena tergantung dari bentuk investasi yang dipilih. Kelebihan dari hal itu adalah investor dapat memegang langsung produk investasiya dan meskipun harganya naik turun tetapi dalam jangka panjang nilai investasi akan cenderung meningkat. 

Tujuan Investasi 
Pada umumnya tujuan berinvestasi adalah untuk mendapat keuntungan. Menurut Tandelilin (2010:7) “Secara lebih khusus lagi, ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan investasi”, antara lain :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang. Seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana meningkatkan taraf hidupnya dari waktu ke waktu atau setidaknya berusaha bagaimana mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak berkurang di masa yang akan datang. 
  2. Mengurangi tekanan inflasi. Dengan melakukan investasi dalam pemilikan perusahaan atau obyek lain, seseorang dapat menghindarkan diri dari risiko penurunan nilai kekayaan atau hak miliknya akibat adanya pengaruh inflasi. 
  3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak melakukan kebijakan yang bersifat mendorong tumbuhnya investasi di masyarakat melalui pemberian fasilitas perpajakan kepada masyarakat yang melakukan investasi pada bidang- bidang usaha tertentu.

Sumber: Hartono, Jogiyanto. 2013. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE: Yogyakarta.

Sekian uraian tentang Pengertian Investasi Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Motivasi Kerja Menurut Para Ahli

Motivasi kerja menurut Franco dkk. (2004 dalam Harsuko 2011), adalah derajad kerelaan individu dalam menggunakan dan memelihara upaya untuk mencapai tujuan perusahaan. Motivasi merupakan proses 26 yang berhubungan dengan psikologi yang mempengaruhi alokasi pekerja terhadap sumber daya yang dimilki untuk mencapai tujuan tersebut. 

Menurut Luthans (2006) motivasi adalah proses sebagai langkah awal seseorang melakukan tindakan akibat kekurangan secara fisik dan psikis atau dengan kata lain adalah suatu dorongan yang ditunjukan untuk memenuhi tujuan tertentu. 

Motivasi adalah kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah tujuan (Kuswadi, 2004 dalam Harsuko 2011). 

Menurut Terry dan Rue (dalam Suharto dan Cahyono, 2005) mengatakan bahwa motivasi adalah “…getting a person to exert a high degree of effort…” yang artinya adalah “motivasi membuat seseorang untuk bekerja lebih berprestasi”. 

Gibson 1985 (dalam Suwarto 2010) motivasi adalah suatu konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri karyawan yang memulai dan menggerakkan perilaku. 

Sedangkan menurut Robbins (2001) motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. 

Menurut Wexley dan Yulk (dalam As’ad 2000) menjabarkan motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. 

Menurut Syafri dan Hubeis (2007 dalam Mahesa 2010) motivasi kerja adalah dorongan yang membuat karyawan melakukan sesuatu dengan cara dan untuk menc 27 melakukan sesuatu, seperti mengelola karyawan, tanpa adanya motivasi baik dari manajer maupun dari karyawan. 

Menurut Winardi (2001) motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan. 

Menurut Hasibuan (2003) motivasi merupakan pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasaan. 

Menurut Siagian (1995) mendefinisikan motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengarahkan kemampuan dalam bentuk keahlian dan keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambar: Pengertian Motivasi Kerja
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja 
Menurut Suwarto (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, yaitu: 
  1. Teknis organisasi bentuk susunan organisasi dimana para karyawan bekerja, memberi pengaruh yang sangat besar kepada semangat dan kepuasan kerja karyawan.
  2. Struktur sosial 28 Struktur sosial suatu kelompok membawa pengaruh yang tidak kecil artinya bagi diri pribadi para anggota. Mereka lebih senang bekerja dalam suatu kelompok dimana terdapat pergaulan yang fleksibel. 
  3. Kemauan untuk menyelesaikan tugas Produktivitas masing-masing karyawan sangat tergantung kepada kemauan mereka untuk bekerja keras. 
  4. Imbalan yang diterima dari bekerja Imbalan yang diterima para karyawan baik imbalan instrinsik maupun imbalan ekstrinsik sangat berpengaruh terhadap semangat kerja mereka.
  5. dapat diterima karyawan sebagai anggota kelompok. Dapat diterimanya karyawan sebagai anggota kelompok, akan membawa pengaruh terhadap ketenangan kerja suatu kelompok atau karyawan itu sendiri. 
Menurut Winardi 1983 (dalam Suwarto 2010) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut: 
  1. Kebutuhan-kebutuhan pribadi. 
  2. Tujuan-tujuan dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan. 
  3. Cara dengan apa kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut akan direalisasikan.

Sumber:
Mangkuprawira, Tb. Syafri dan Aida Vitayala Hubeis. 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Ghalia Indonesia. Jakarta. 


Sekian uraian tentang Pengertian Motivasi Kerja Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Pasien Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian pasien menurut para ahli, yaitu:
  1. Pasien adalah orang yang memiliki kelemahan fisik atau mentalnya menyerahkan pengawasan dan perawatannya, menerima dan mengikuti pengobatan yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan yang dikemukakan oleh Prabowo (dalam Wilhamda, 2011) . 
  2. Sedangkan (Aditama, 2002) berpendapat bahwa pasien adalah mereka yang diobati dirumah sakit. 
  3. Menurut (Soejadi, 1996) pasien adalah individu terpenting dirumah sakit.
Berdasarkan pendapat dari para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pasien adalah orang yang memiliki kelemahan fisik atau mentalnya menyerahkan pengawasan dan perawatannya, menerima dan mengikuti pengobatan yang ditetapkan oleh tenaga kesehatan atau para medis yang di obati dirumah sakit.

Gambar: Pengertian Pasien

Kewajiban Pasien
Menurut (UU no.44 Tahun 2009: UU tentang Rumah Sakit dengan kewajiban pasien yakni setiap pasien mempunyai kewajiban terhadap Rumah Sakit atas pelayanan yang diterimanya selain itu ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban pasien diatur dengan Peraturan Mentri.

Menurut (UU no. 29 Tahun 2004 : UU tentang Praktik Kedokteran), pasien dalam menerima pelayanan mempunyai kewajiban :
  • Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya.
  • Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi.
  • Mematuhi ketentuan yang berlaku sarana pelayanan kesehatan.
  • Memberikan imbalan atas pelayanan yang diterima.
Menurut UU RI No.38 Tahun 2014 dalam praktik keperawatan, pasien berkewajiban:
  • Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang masalah kesehatannya.
  • Memetuhi nasehat dan petunjuk perawat.
  • Mematuhi ketentuan yang berlaku di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  • Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pasien memiliki kewajiban menerima pelayanan pada praktik kedokteran yaitu memberikan informasi, mematuhi nasihat, mematuhi ketentuan, dan memberikan imbalan atas pelayanan yang diterima, memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang masalah kesehatannya, mematuhi nasehat dan petunjuk perawat, mematuhi ketentuan yang berlaku di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Hak Pasien
Menurut (UU no.44 Tahun 2009: UU tentang Rumah Sakit pasal 31 dan 32 ) . Setiap pasien mempunyai hak :
  • Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.
  • Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.
  • Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.
  • Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standart profesi dan standart prosedur operasional.
  • Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.
  • Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.
  • Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.
  • Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin Praktik ( SIP) baik di dalam maupun di luar Rumah Sakit.
  • Mendapatkan privasi dan kerahasian penyakit yang diderita termasuk data – data medisnya.
  • Mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
  • Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
  • Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
  • Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaannya yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
  • Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan Rumah Sakit.
  • Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.
  • Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
  • Menggugat atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standart baik secara perdata ataupun pidana, dan
  • Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.
Menurut UU RI No.38 Tahun 2014 dalam praktik keperawatan, pasien berhak :
  • Mendapatkan informasi secara benar, jelas, dan jujur tentang tindakan Keperawatan yang akan dilakukan.
  • Meminta pendapat Perawat lain atau tenaga kesehatan lainnya.
  • Mendapatkan Pelayanan Keperawatan sesuai dengan kode etik, standar Pelayanan Keperawatan, standar profesi, dtandar prosedur operasional, dan ketentuan Peraturan Perundang – undangan.
  • Memeberi persetujuan atau penolakan tindakan Keperwatan yang akan diterimanya.
  • Memperoleh keterjagaan kerahasiaan kondisi kesehatannya. Pengungkapan rahasia kesehatan klien dilakukan atas dasar : Kepentingan kesehatan klien, pemenuhan permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegak hukum, persetujuan klien sendiri , kepentingan pendidikan dan penelitian, dan ketentuan Peraturan Perundang – undangan.


Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian Pasien Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Rumah Sakit Menurut Para Ahli

Beberapa pengertian rumah sakit yang dikemukakan oleh para ahli (Azrul Azwar, 1996), diantaranya :
  1. Menurut Assosiation of Hospital Care (1947) Rumah sakit adalah pusat dimana pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan serta penelitian kedokteran diselenggarakan.
  2. Menurut American Hospital Assosiation (1974) rumah sakit adalah suatu alat organisasi yang terdiri tenaga medis professional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.
  3. Menurut Wolper dan Pena (1997) rumah sakit adalah tempat dimana orang sakit mencari dan menerima pelayanan kedokteran serta tempat dimana pendidikan klinik untuk mahasiswa kedokteran, perawat dan tenaga profesi kesehatan lainya diselenggarakan.
Rumah Sakit
Fungsi Rumah Sakit
Permenkes RI No. 159b/MenKes/Per/1998 (Wijono, 1997), fungsi rumah sakit adalah :
  1. Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan medik, penunjang medik. rehabilitasi, pencegahan dan peningkatan kesehatan.
  2. Menyediakan tempat pendidikan dan atau latihan tenaga medik dan paramedik.
  3. Sebagai tempat penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang kesehatan.

Tugas Rumah Sakit
Tugas rumah sakit melaksanakan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan kegiatan penyembuhan penderita dan pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa yang dilaksanakan secara terpadu dengan upaya peningkatan (promotif) dan pencegahan (preventif) serta melaksanakan upaya rujukan.

Alur Proses Pelayanan di Rumah Sakit
Menurut Jan Carlzon (1987) mengadopsi dari ilmu marketing bahwa alur proses pelayanan di rumah sakit terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

a. Pelayanan Pre-Hospital
Tahap ini merupakan tahap sebelum pelanggan/pasien memutuskan untuk datang ke rumah sakit. Sebelum memutuskan untuk datang ke rumah sakit biasanya pelanggan/pasien lebih dahulu menentukan rumah sakit mana yang akan dipilih. Pilihan itu dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti:
  • Apakah pelanggan/pasien pernah datang ke rumah sakit itu.
  • Mendengar cerita tentang rumah sakit tersebut.
  • Melalui brosur, iklan atau rekomendasi orang terdekat pelanggan/pasien.
  • Kemudahan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan/pasien baik melalui telepon maupun yang datang langsung ke rumah sakit.
  • Keramahan dari pegawai rumah sakit sehingga pasien mendapatkan informasi yang sejelas mungkin baik mengenai fasilitas maupun produk layanan rumah sakit.
b. Pelayanan During-Hospital
Tahap ini merupakan tahap cara bagaimana rumah sakit bisa membuat proses pelayanan di rumah sakit menjadi lebih menyenangkan dan lebih mudah bagi pelanggan. Tahap ini dimulai pada saat pelanggan/pasien datang ke rumah sakit, pelanggan/pasien melakukan pendaftaran, sampai pelanggan/pasien mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan di rumah sakit.

c. Pelayanan Post-Hospital.
Tahap ini merupakan tahap yang sangat sensitif, karena pada saat pelanggan/pasien pulang akan berhubungan dengan masalah uang. Pada saat bagian keuangan mendapatkan informasi bahwa pasien rawat inap akan keluar/meninggal, maka pembuatan rekening harus segera dimulai. Lebih cepat pihak yang bertanggung jawab atas biaya pasien mengetahui jumlah yang harus dibayar, makin besar kemungkinan pembayaran yang akan diterima. Jadi penting sekali penataan rekening pasien secara tepat dan akurat. Selain itu, pegawai rumah sakit dituntut untuk bekerja dengan tenang, sabar, teliti, dan dapat mengendalikan dirinya sendiri.

Sumber:

Azwar, Azrul. 1996. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan (Jakarta:pustaka sinar harapan).

Sekian uraian tentang Pengertian Rumah Sakit Menurut Para Ahli, smeoga bermanfaat.

Pengertian Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli

Pendidikan jasmani sebagai komponen secara keseluruhan dari pendidikan telah disadari manfaatnya oleh banyak kalangan. Tetapi mereka mempunyai perbedaan pendapat dalam memahami pengertian tentang Penjas. Perbedaan pendapat itu wajar, yang terpenting sesorang harus melakukan pembatasan pengertian yang dianut secara jelas dan konsisten. Dalam KTSP tahun 2006 (Depdiknas, 2006: 204) diuraikan tentang Penjas sebagai berikut :

Penjasorkes merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesegaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Gambar: Pendidikan Jasmani
Sedangkan menurut beberapa ahli seperti Rusli Lutan (2000: 1) Penjas merupakan wahana dan alat untuk membina anak agar kelak mereka mampu membuat keputusan terbaik tentang aktivitas jasmani yang dilakukan dan menjalani pola hidup.

Menurut Subagiyo dkk (2008: 18) pendidikan jasmani adalah latihan jasmani yang dimanfaatkan, dikembangkan, dan didayagunakan dalam pendidikan. 

Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani adalah usaha sadar yang dilakukan guru untuk mengembangkan dan meningkatkan kebugaran jasmani, kemampuan motorik, kemampuan berpikir dan sikap positif melalui berbagai bentuk aktivitas permainan, olahraga, dan pendidikan kesehatan sehingga anak dapat menjalani pola hidup sehat sepanjang hayatnya.

Tujuan Pendidikan Jasmani
Dalam kurikulum Penjasorkes di sekolah dasar dijelaskan bahwa tujuan pendidikan jasmani , olahraga, dan kesehatan adalah membantu siswa untuk mempunyai tujuan seperti yang tertera dalam buku KTSP tahun 2006 (Depdiknas, 2006: 205), sebagai berikut:
  1. Mengembangkan ketrampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kesegaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih.
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak dasar.
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
  5. Mengembangakan sikap positif, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis.
  6. Mengembangkan ketrampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkunagan.
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup dan kesegaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
Sedangkan menurut Samsudin (2008: 3) tujuan pendidikan jasmani adalah:
  1. Meletakkan landasan karakter yang kuat melalui internalisasi nilai dalam pendidikan jasmani.
  2. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial, dan toleransi.
  3. Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis melalui tugas pembelajaran pendidikan jasmani.
  4. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri, dan demokratis melalui aktivitas jasmani.
  5.  Mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik.
  6. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat.
  7. Mengembangkan ketrampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.
  8. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran dan pola hidup sehat.
  9. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat rekreatif.
Secara umum tujuan pendidikan jasmnai di sekolah dasar adalah memacu pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional, dan sosial yang selaras dalam upaya membentuk dan mengembangkan kemampuan gerak dasar, menanamkan nilai, sikap, dan mebiasakan hidup sehat (Subagiyo, 2008: 107). Tujuan Penjas harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Salah satu tujuan pendidikan nasional seperti yang tertuang dalam UUD 1945 adalah untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohani. Sehingga mata pelajaran Penjasorkes adalah salah satu mata pelajaran mempunyai peran utama untuk membentuk dan meningkatkan kesegaran jasmani peserta didiknya dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

Sekian uraian tentang Pengertian Pendidikan Jasmani Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Indeks Harga

Indeks harga sangat diperlukan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sebab kenaikan atau penurunan harga merupakan informasi penting untuk mengetahui perkembangan ekonomi. Harga yang berlaku di pasar merupakan indeks harga konsumen, yang sangat penting untuk menentukan kebijakan perekonomian di masa yang akan datang.

Nah, untuk lebih jelas seputar indeks harga, simaklah pembahasan berikut ini.

Pengertian Indeks Harga
Angka indeks merupakan suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan suatu variabel atau sekumpulan variabel yang berhubungan satu sama lain, baik pada waktu atau tempat yang sama atau berlainan. Angka indeks adalah angka relatif yang dinyatakan dalam persentase. Biasanya untuk kesederhanaan, bentuk persentase bisa dihilangkan. Dalam bidang ekonomi, pada dasarnya terdapat tiga macam angka indeks.

Angka Indeks Harga (Price Relative)
Indeks harga adalah angka yang menunjukkan perubahan mengenai harga-harga barang, baik harga untuk satu macam barang maupun berbagai macam barang, dalam waktu dan tempat yang sama atau berlainan.

Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative)
Indeks jumlah adalah angka yang menunjukkan perubahan mengenai jumlah barang sejenis atau sekumpulan barang yang dihasilkan, digunakan, diekspor, dijual, dan sebagainya untuk waktu dan tempat yang sama ataupun berlainan.

Angka Indeks Nilai (Value Relative)
Indeks nilai adalah angka yang dapat dipergunakan untuk mengetahui nilai mengenai barang yang sejenis atau sekumpulan barang dalam jangka waktu yang diketahui.

Contoh soal:
Bila harga barang tahun 2002 adalah Rp8.000,00 per kilogram, kemudian pada tahun 2003 menjadi Rp10.000,00 per kilogram, maka indeks harga barang tersebut pada tahun 2003 adalah sebagai berikut.

10.000/8.000 x 100% = 125%

Jadi, harga barang pada tahun 2003 mengalami kenaikan sebesar 25%.

Peranan indeks harga dalam ekonomi antara lain sebagai berikut.

  1. Indeks harga merupakan petunjuk atau barometer dari kondisi ekonomi umum. Hal ini mengandung maksud sebagai berikut. *) Indeks harga grosir dapat menggambarkan secara tepat tentang tren perdagangan. *) Indeks harga diterima petani dapat menggambarkan kemakmuran di bidang agraria. 
  2. Indeks harga umum merupakan pedoman bagi kebijakan dan administrasi perusahaan. Indeks harga dapat dipergunakan sebagai deflator, maksudnya bahwa pengaruh perubahan harga dapat dihilangkan dengan cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang sesuai. Proses ini dinamakan proses deflasi dan pembaginya disebut deflator. 
  3. Indeks harga dapat dipakai sebagai pedoman bagi pembelian barang-barang. Maksudnya ialah harga barang yang dibeli dapat dibandingkan dengan indeks harga eceran atau indeks harga grosir agar dapat diukur efisiensi pembelian barangbarang yang bersangkutan.
  4. Indeks harga barang-barang konsumsi merupakan pedoman untuk mengatur gaji buruh atau menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada masa inflasi. 

Ada tiga kemungkinan dalam penghitungan indeks harga, yaitu:
  • jika indeks harga > 1, berarti harga mengalami kenaikan; 
  • jika indeks harga < 1, berarti harga mengalami penurunan; 
  • jika indeks harga = 1, berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).
Sumber:
Badan Pusat Statistik (2013). Data Indeks Harga Konsumen dan Data PDB atas Dasar Harga Konstan. Berbagai Edisi.

Sekian uraian tentang Pengertian Indeks Harga, semoga bermanfaat.

Pengertian Gempa Bumi Dan Tsunami

Pengertian Gempa Bumi - Gempa bumi merupakan salah satu fenomena alam yang dapat disebabkan oleh buatan/akibat kegiatan manusia maupun akibat peristiwa alam. Akibat dari kedua tersebut tanah menjadi bergetar sebagai efek dari menjalarnya gelombang energi yang memancar dari pusat gempa/fokus. 

Energi yang memancar dari fokus adalah akibat dari peristiwa mekanik (tumbukan, gesekan, tarikan) ataupun peristiwa khemis (ledakan akibat peristiwa reaksi kimia), energi yang terjadi akibat peristiwa-peristiwa tersebut menyebar kesegala arah pada media tanah.

Gempa Bumi

Sumber Energi Gempa
Menurut Pujianto, menjelaskan tentang sumber gempa antara lain sebagai berikut:
a. Pergerakan Lempeng Tektonik (Tectonic Movement).
Tectonic movement adalah gerakan plat tektonik dunia yang akan mengakibatkan dua plat tektonik saling bertubrukan , saling menggeser, saling tarik dan kombinasi diantaranya. Gempa seperti ini disebut dengan Tectonic Earthquakes. Dua pelat yang saling membentur, menggeser, menarik yang akan mengakibatkan terjadinya akumulasi energi, sedangkan gerakan pelat tektonik disebabkan oleh adanya driving force atau gerakan magma panas yang membentuk suatu siklus yang disebut conective flow.

b. Sumber Panas bumi
  1. Tumbukan antar material pada rotasi Nebula (awan, gas, hidrogen, helium, debu, dan material-material lainnya)
  2. Proses memadatnya/menyusutnya bumi karena adanya gaya gravitasi, sebagaimana diketahui bahwa tekanan batuan akibat gaya gravitasi akan menimbulkan panas.
  3. Reaksi kimia akibat disintegrasi zat-zat radioactive seperti uranium dan thorium yang ada didalam bumi. Reaksi kimia atas zat-zat radioactive tersebut telah berlangsung milyaran tahun sehingga mengakibatkan akumulasi panas.
c. Material Bumi
Material bumi yang besar biasanya cenderung tenggelam dalam inti bumi dan menyimpan panas yang besar, akibat dari kejadian tersebut adalah adanya panas yang akan menimbulkan gerakan.

d. Aktifitas meletusnya Gunung Berapi (Volcanic Eruption)
Letusan gunung berapi juga dapat mengakibatkan gempa bumi, sebagaimana jika pada kedalam lebih dari 250 km suhu batuan sudah mencapai 1400° C, maka pada suhu tersebut batuan akan meleleh yang akan terjadi lapisan astherosphere dan lithospher relatif lemah yang memungkinkan adanya retakan-retakan atau pecahan-pecahan pada daerah tersebut, peristiwa tersebut magma dapat muncul keatas membuat daerah retakan-retakan menjadi ikut leleh dan bercampur dengan magma yang akhirnya mencapai permukaan tanah dan terjadilah lava, aktifitas naiknya atau munculnya magma kepermukaan secara lambat dan cepat ataupun dinamik fluktuatif itulah yang akan mengakibatkan getaran tanah sebagai volcanic earthquake atau gempa vulkanik.

Karateristik Gempa Bumi
Berbagai Karakteristik gempa bumi yang biasa terjadi ketika adanya bencana gempa bumi ini menyebabkan timbulnya sifat dan kebiasaan yang terjadi, berikut adalah karakteristik gempa bumi adalah sebagai berikut:
  1. Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat atau bisa dihitung dengan satuan detik.
  2. Lokasi kejadian tertentu atau random tidak mengenal tempat kejadian, dan biasanya terjadi diwilayah patahan dan juga jalur sesar tanah.
  3. Akibatnya gempa bumi yang berlangsung akan menimbulkan bencana alam.
  4. Gempa bumi berpotensi terulang lagi atau biasa disebut kala ulang dalam gempa bumi yang menunjukan rentang waktu antara satu gempa dengan gempa berikutnya yang memiliki skala yang sama.
  5. Bencana gempa bumi sampai sekarang belum bisa diprediksi kapan dan dimana akan terjadi gempa bumi.
  6. Bencana gempa bumi tidak dapat dicegah, namun bencana yang timbul akibat gempa bumi dapat dikurangi.
Parameter Dasar Gempa Bumi
Beberapa parameter dasar gempa bumi adalah sebagai berikut:
  1. Hypocenter, adalah pusat terjadinya gempa atau pergeseran lempeng atau tanah di dalam bumi
  2. Epicenter, adalah pusat titik yang ditujukan tepat berada di atas hypocenter pada permukaan bumi.
  3. Bedrock, adalah tanah keras tempat mulai bekerjanya gaya gempa.
  4. Ground acceleration, adalah percepatan pada lapisan permukaan bumi akibat gempa bumi.
  5. Amplification factor, adalah faktor pembesaran percepatan gempa yang terjadi pada permukaan tanah akibat jenis tanah tertentu.
  6. Skala gempa, adalah suatu ukuran kekuatan gempa yang dapat diukur dengan secara kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran kekuatan gempa secara kuantitatif dilakukan pengukuran dengan skala Richter yang umumnya dikenal sebagai pengukuran magnitudo gempa bumi.
Kerugian Akibat Terjadinya Gempa
Pada umumnya kerusakan akibat gempa adalah sebagai berikut:
  1. Hilangnya nyawa seseorang dan kecacatan.
  2. Kerusakan alam dan bangunan struktur yang terdampak gempa bumi.
  3. Kerugian secara finansial yang biasanya tidak sedikit.

Pengertian Bencana TSunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan “tsu” berarti lautan, “nami” berarti gelombang ombak. Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi (BNPB No.8 Tahun 2011).

Tsunami

Menurut Bakornas PB (2007), Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsive tersebut bisa berupa gempabumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran.

Kecepatan tsunami bergantung pada kedalaman perairan, akibatnya gelombang tersebut mengalami percepatan atau perlambatan sesuai dengan bertambah atau berkurangnya kedalaman perairan, dengan proses ini arah pergerakan arah gelombang juga berubah dan energi gelombang bias menjadi terfokus atau juga menyebar. Di perairan dalam tsunami mampu bergerak dengan kecepatan 500 sampai 1000 kilometer per jam sedangkan di perairan dangkal kecepatannya melambat hingga beberapa puluh kilometer per jam, demikian juga ketinggian tsunami juga bergantung pada kedalaman perairan. Amplitudo tsunami yang hanya memiliki Universitas Sumatera Utara ketinggian satu meter di perairan dalam bias meninggi hingga puluhan meter di garis pantai.

Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007, Bencana dapat didefinisikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Bencana dapat terjadi karena ada dua kondisi yaitu adanya peristiwa atau gangguan yang mengancam dan merusak (hazard) dan kerentanan (vulnerability) masyarakat. Hubungan keduanya dapat digambarkan bila gangguan atau ancaman tersebut muncul kepermukaan tetapi masyarakat tidak rentan, maka berarti masyarakat dapat mengatasi sendiri peristiwa yang mengganggu tersebut, sementara bila kondisi masyarakat rentan tetapi tidak terjadi peristiwa yang mengancam maka tidak akan terjadi bencana. 

Adapun Bencana dibagi ke dalam tiga kategori yaitu: 
  • Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
  • Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.
  • Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa Universitas Sumatera Utara atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat, dan teror. (UU RI No 24 Tahun 2007).
Mekanisme Terjadinya Tsunami
Mekanisme tsunami akibat gempa bumi dapat diuraikan dalam 4 (empat) tahap yaitu kondisi awal, pemisahan gelombang, amplifikasi, dan rayapan.

a) Kondisi Awal.
Gempa bumi biasanya berhubungan dengan goncangan permukaan yang terjadi sebagai akibat perambatan gelombang elastik (elastic waves) melewati batuan dasar ke permukaan tanah. Pada daerah yang berdekatan dengan sumber-sumber gempa laut (patahan), dasar lautan sebagian akan terangkat (uplifted) secara permanen dan sebagian lagi turun ke bawah (down-dropped), sehingga mendorong kolom air naik dan turun. Energi potensial yang diakibatkan dorongan air ini, kemudian berubah menjadi gelombang tsunami atau energi kinetik di atas elevasi muka air laut rata-rata (mean sea level) yang merambat secara horisontal. Kasus yang diperlihatkan adalah keruntuhan dasar lereng kontinental dengan lautan yang relatif dalam akibat gempa. Kasus ini dapat juga terjadi pada keruntuhan lempeng kontinental dengan kedalaman air dangkal akibat gempa.

b) Pemisahan Gelombang.
Setelah beberapa menit kejadian gempa bumi, gelombang awal tsunami akan terpisah menjadi tsunami yang merambat ke samudera yang disebut sebagai tsunami berjarak (distant tsunami), dan sebagian lagi merambat ke pantai-pantai berdekatan Universitas Sumatera Utara yang disebut sebagai tsunami lokal (local tsunami). Tinggi gelombang di atas muka air laut rata-rata dari ke dua gelombang tsunami, yang merambat dengan arah berlawanan ini, besarnya kira-kira setengah tinggi gelombang tsunami awal. Kecepatan rambat ke dua gelombang tsunami ini dapat diperkirakan sebesar akar dari kedalaman laut ( gd ). Oleh karena itu, kecepatan rambat tsunami di samudera dalam akan lebih cepat dari pada tsunami lokal.

c) Amplifikasi.
Pada waktu tsunami lokal merambat melewati lereng kontinental, sering terjadi hal-hal seperti peningkatan amplitudo gelombang dan penurunan panjang gelombang Setelah mendekati daratan dengan lereng yang lebih tegak, akan terjadi rayapan gelombang.

d) Rayapan.
Pada saat gelombang tsunami merambat dari perairan dalam, akan melewati bagian lereng kontinental sampai mendekati bagian pantai dan terjadi rayapan tsunami . Rayapan tsunami adalah ukuran tinggi air di pantai terhadap muka air laut rata-rata yang digunakan sebagai acuan. Dari pengamatan berbagai kejadian tsunami, pada umumnya tsunami tidak menyebabkan gelombang tinggi yang berputar setempat (gelombang akibat angin yang dimanfaatkan oleh peselancar air untuk meluncur di pantai). Namun, tsunami datang berupa gelombang kuat dengan kecepatan tinggi di daratan yang berlainan seperti diuraikan pada Amplikasi, sehingga rayapan gelombang pertama bukanlah rayapan tertinggi.

Sumber Utama terjadinya Tsunami
Menurut BNPB (2012) Sejarah tsunami di Indonesia menunjukkan bahwa kurang lebih 172 tsunami yang terjadi dalam kurun waktu antara tahun 1600 – 2012. Sumber pembangkitnya diketahui bahwa 90% dari tsunami tersebut disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik, 9% akibat aktivitas vulkanik dan 1% oleh tanah longsor yang terjadi dalam tubuh air (danau atau laut) maupun longsoran dari darat yang masuk ke dalam tubuh air. Berdasarkan sumber terjadinya gempa bumi tektonik sangat berpotensi terjadinya tsunami.

Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.

Gempa Bumi Tektonik
Gempa bumi tektonik merupakan jenis gempa yang paling banyak merusak bangunan yang terjadi karena ada pelepasan stress energi yang tertimbun di dalam batu – batuan karena pergerakan dalam bumi.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian Gempa Bumi dan Tsunami, semoga bermanfaat.