Showing posts with label Sistem. Show all posts
Showing posts with label Sistem. Show all posts

Pengertian Sistem Informasi Kesehatan Menurut Para Ahli

Menurut Kusumadewi, dkk (2009) yang mengutip pendapat Van de Velde (2003) dan Degoulet, Sistem Informasi Kesehatan dapat dibedakan dalam berbagai perspektif yaitu perspektif fungsional dan perspektif arsitektur teknologi. Dimana dua perspektif ini bersifat generic dan tidak hanya berlaku untuk Sistem Informasi Kesehatan saja, tetapi juga untuk sistem informasi lainnya.

Sistem Informasi Kesehatan

Menurut Kusumadewi, dkk (2009), secara fungsional Sistem Informasi Kesehatan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam Sistem Informasi, yaitu :
  1. Sistem Informasi Rumah Sakit, sistem ini merupakan sistem yang mampu melakukan integritas dan komunikasi aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Sistem informasi ini meliputi : sistem rekam medis elektronik, sistem informasi laboratorium, dan lain sebagainya yang terdapat pada fungsi dukung operasional dan medis di ruang lingkup rumah sakit.
  2. Sistem Informasi Kesehatan Publik, jika Sistem Informasi Rumah Sakit terbatas pada fungsi dukung operasional dan medis dilingkup rumah sakit, Sistem Informasi Kesehatan Publik mempunyai cakupan yang lebih luas. Kantor-kantor pemerintah yang mengurusi kesehatan dan lembaga layanan kesehatan non rumah sakit.
  3. Sistem Informasi Klinis, pada sistem ini tidak hanya membantu dokter dalam menangani masalah administratif pasien, tetapi lebih dari itu, untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien. Sistem Informasi Kesehatan Klinis dapat didukung dengan sistem pendukung keputusan, yang diantaranya membantu dalam diagnosa penyakit dan menentukan tindakan medis.

Sementara Menurut Kusumadewi, dkk (2009), dalam perspektif arsitektur teknologi pada era teknologi informasi yang semakin lebih dekat ke arah mobilitas pengguna, ada tiga pengembangan terpenting dalam Sistem Informasi Kesehatan yaitu:
  1. Sistem Informasi Berbasis Komponen Objek, teknologi bebasis pada komponen objek mengubah paradigma teknologi berbasis pada perpindahan data (data-driven technology) menjadi arsitektur berbasis pada pengetahuan (knowledge-driven technology) yang menekankan pada proses penyelesaian masalah.
  2. Sistem Terdistribusi, dalam era keterbukaan dan era keterhubungan, maka diperlukan mekanisme yang dapat menghubungkan antar satu sistem dengan sistem yang lain.
  3. Teknologi Mobile, saat ini teknologi mobile seperti handphone, PDA (personal digital assistant), dan berbagai macam teknologi wireless lainnya memungkinkan proses komputasi dan pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan dipergunakan oleh pengguna yang secara fisik tidak terhubung secara langsung dengan sistem. Sistem ini memungkinkan akses terhadap Sistem Informasi Kesehatan secara remote maupun secara lokal baik dari sisi administrator maupun pengguna umum (regular user).
Sistem Informasi Rumah Sakit
Sistem Informasi Kesehatan sangat erat kaitannya dengan Sistem Informasi Rumah Sakit (Hospital Information System atau HIS). Sistem informasi rumah sakit adalah sistem yang mampu melakukan integrasi dan komunikasi aliran informasi baik di dalam maupun di luar rumah sakit (Kusumadewi, 2009).

Salah satu sub sistem dari sistem informasi kesehatan adalah sistem rekam medis. Perekaman data pasien mutlak diperlukan untuk menunjang proses peningkatan perawatan kesehatan terhadap pasien. Electronic Medical Record (EMR) adalah suatu media elektronik yang digunakan untuk menyimpan informasi klinis. Fungsi utama EMR adalah untuk merekam informasi, mengakses informasi, membantu pengambilan keputusan, menggunakan data atau informasi secara bersama-sama, identifikasi pasien, menangani keamanan dan otentifikasi data, serta membantu auditing. Melalui sistem perekam medis yang baik dan efektif diharapkan kualitas perawatan kesehatan bagi seorang pasien juga akan meningkat, memudahkan manajemen dan profesional dalam menetapkan keputusan.


Sumber:
Kusumadewi S, dkk. 2009. Informatika Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sekian uraian tentang Pengertian Sistem Informasi Kesehatan menurut para ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian White Box Testing Menurut Para Ahli

Berikut pengertian white box testing menurut beberapa ahli.

Menurut Black (2009 :2), Structural test (atau yang biasa disebut white-box tests dan glass-box tests) menemukan bug dalam elemen struktur tingkat rendah seperti yang terjadi di tingkatan code , data base scemas, chips, subassemblies dan interfaces. Pengujian struktural ini didasarkan pada bagaimana suatu sistem beroperasi. Contohnya, pengujian struktural akan mengungkapkan tempat penyimpanan database masih memiliki ruang penyimpanan username sebanyak 80 karakter, tetapi pada kenyataannya hanya memungkinkan menyimpan 40 karakter.

Pengujian struktural melibatkan pengetahuan teknis terperinci dari sistem. Untuk menguji software, tester membuat pengujian yang paling struktural dengan melihat kode dan struktur data itu sendiri. Untuk pengujian hardware, tester membuat pengujian struktural untuk membandingkan spesifikasi chip untuk pembacaan oscilloscopes atau meter tegangan.



Menurut Pressman (2005, p533), White-Box Testing adalah metode desain test case yang menggunakan struktur kontrol desain prosedural untuk memperoleh test case. Dengan menggunakan metode pengujian ini akan didaptkan test case yang :
  1. Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen pada suatu modul telah digunakan paling tidak satu kali,
  2. Menggunakan semua keputusan logis pada sisi true dan false, 
  3. Mengekseskusi semua looping pada batasan tertentu,
  4. Dan menggunakan struktur data internal yang menjamin validitasnya.
Pengertian White Box testing menurut Roger.S.Perssman (2007: 472) “White Box Testing is a test case disign method that used the control structure of the procedural design to derive test case”. 

Salah satu teknik pengujian menggunakan sistem WhiteBox Testing adalah Basis Path Testing. Metode Basis Path digunakan untuk menentukan ukuran kompleksitas logika dari suatu logika. Metode Basis Path Testing yang digunakan berguna untuk: 
  1. Mengukur kompleksitas logic dari desain prosedur dan sekaligus sebagai pedoman untuk mendapatkan konsistensi jalur aplikasi. 
  2. Pengujian yang dilakukan dijamin menggunakan statement dalam program minimal satu kali selama pengujian. 
  3. Menghitung cyclometris complexity sebagai ukuran kontitif untuk menentukan jumlah independent path sebagai jalur yang perlu diuji. 

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian White Box Testing Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Black Box Testing Menurut Para Ahli

Berikut pengertian Black-Box Testing menurut beberapa ahli. 
Menurut Pressman (2005, p551), Black-Box Testing adalah metode pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.

Pengujian ini berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut :
  1. Fungsi – fungsi yang tidak benar atau hilang,
  2. Kesalahan interface,
  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal,
  4. Kesalahan kinerja.


Menurut Rex Black, black box testing adalah suatu metode pengujian dimana tester hanya fokus pada apa yang seharusnya dilakukan oleh sistem (Black, 2009, p. 3). Sebuah tes dapat dikatakan berhasil ketika sebuah sistem dapat memproses data dan hasil yang ada sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketika menggunakan metode black box, tester tidak perlu mengetahui bagaimana struktur dan desain data yang ada di dalam sistem. Mereka hanya melihat apakah sistem terjadi bugs atau tidak.

Menurut Nidhra dan Dondeti (2012:1), black box testing juga disebut functional testing, sebuah teknik pengujian fungsional yang merancang test case berdasarkan informasi dari spesifikasi.

Blackbox testing adalah tahap yang digunakan untuk menguji kelancaran program yang telah dibuat. Pengujian ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahan alur program yang telah dibuat.

Menurut Rosa dan Salahuddin (2015:275) “Blackbox testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”.

Menurut Rizky (2011:264) “Blackbox testing adalah tipe testing yang memperlakukan perangkat lunak yang tidak diketahui kinerja internalnya”. 

Sedangkan menurut Mustaqbal, dkk (2015:34) “Black Box Testing befokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak, kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada fungsional program”.

Sumber: Dikutip dari berbagai sumber.

Sekian uraian tentang Pengertian Black-Box Testing Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Pengertian Web Server Menurut Para Ahli

Pengertian Web Server Menurut Para Ahli 

Berikut ini beberapa pengertian Web Server menurut Para Ahli:

Menurut Sibero (2013:11) “web server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak”.

Menurut (Betha dan Husni,2012:6) Web server adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web, komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari klien. 

Menurut tim (EMS,2012:16) Web server adalah tempat diletakannya file-file web yang berada di web browser.

Menurut Nugroho (2004,p6) Web Server adalah sebuah bentuk server yang khusus digunakan untuk menyimpan halaman website atau home page. komputer dapat dikatakan sebagai web server jika komputer tersebut memiliki suatu program server yang disebut Personal Web Server (PWS). PWS ini difungsikan agar halaman web yang ada di dalam sebuah komputer server dapat dipanggil oleh komputer klien.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa web server adalah sebuah penyimpanan dokumen yang diletakkan di web.

Pengertian Web Server
Macam-macam Web Server:
  • Apache (Open Source)
  • Xitami
  • IIS
  • PWS 


Referensi:

Betha Sidik,Ir dan Husni Iskandar Pohan, Ir., M.Eng. 2012. Pemrograman WEB dengan HTML. Bandung: Informatika Bandung.
Betha Sidik., 2012, Pemrograman Web dengan PHP, Informatika, Bandung.


Sekian uraian tentang Pengertian Web Server Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat.

Baca juga:

Pengertian Analisis Sistem Menurut Para Ahli

Pengertian Analisa Sistem - Menurut Mc Leod (2007, p74), Analisis Sistem adalah penelitian terhadap system yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang telah ada tersebut. Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai berikut: “Analisa sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujua mereka”. (Al Fatta, 2007 : 4).

Menurut Jimmy L.Goal (2008:73), “Analisa sistem adalah sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.

Analisis sistem menurut pendapat Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. (2010, p4) adalah proses pemahaman dan penentuan secara rinci apa yang seharusnya dicapai oleh sisteminformasi. 

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa “Analisis sistem adalah tahapan penelitian terhadap sistem berjalan dan bertujuan untuk mengetahui segala permasalahan yang terjadi serta memudahkandalam menjalankan tahap selanjutnya yaitu tahap perancangan sistem”.

Tahap-tahap Analisa Sistem
Tahapan analisis sistem dilakukan setelah tahapan perencanaan dan sebelum tahapan desainsistem. Tahapan analisis sistem merupakan sebuah tahapan yang sangatlah penting, hal inidikarenakan apabila terjadi kesalahan dalam melakukan analisis sistem maka akan menyebabkankesalahan pada tahap selanjutnya.

Langkah-langkah di Analisis Sistem :
Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem : 
  1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
  2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
  3. Analyze, yaitu menganalisis sistem
  4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

Sumber:
Mcleod  Jr,  Raymond,  George  P  Schell.(2007). Management  Information  Systems.(10th 

Edition). USA: Pearson Prentice Hall.

Sekian urain tentang Pengertian Analisis Sistem, semoga bermanfaat.

Pengertian Forward Chaining, Backward Chaining dan Certainty Factor

Forward Chaining
Menurut Arhami (2005:115) Forward chaining disebut juga penalaran dari bawah ke atas karena penalaran dari fakta pada level bawah menuju konklusi pada level atas didasarkan pada fakta. Penalaran dari bawah ke atas dalam suatu sistem pakar dapat disamakan untuk pemgrograman konvensional dari bawah ke atas. Fakta merupakan satuan dasar dari paradigma berbasis pengetahuan karena mereka tidak dapat diuraikan ke dalam satuan paling kecil yang mempunyai makna.


 
Gambar: Proses Forward Chaining

Backward Chaining
Menurut Arhami (2005:113) Backward chaining adalah suatu rantai yang di lintasi dari suatu hipotesis kembali ke fakta yang mendukung hipotesis tersebut cara lain menggambarkan backward chaining adalah dalam hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya. Backward chaining juga bisa diartikan sebagai penalaran yang dimulai dari level tertinggi membangun suatu hipotesis, turun ke fakta level paling bawah yang dapat mendukung hipotesa dinamakan dengan penalaran dari atas kebawah.
 
Gambar : Proses Backward Chaining
Certainty Factor
Menurut Kusrini (2008:15).
Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN (Wesley, 1984). Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan.
Certainty factor didefinisikan sebagai berikut (Giarattano dan Riley, 1994) : CF(H,E) = MB(H,E) – MD(H-E).
CF(H,E) : certainty factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E. Besarnya CF berkisar antara -1 sampai 1. Nilai 1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak, sedangkan nilai 1 menunjukkan kepercayaan mutlak. 
MB(H,E): ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
MD(H,H): ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased disbelief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E.
Sekian pengertian Forward Chaining, Backward Chaining dan Certainty Factor, semoga artikel ini dapat bermanfaat!

Sumber:
- Arhami, Muhammad. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi Offset.
- Kusrini.”Aplikasi Sistem Pakar”. Penerbit Andi, Yongyakarta, 2008.

Pengertian dan Jenis Sistem Operasi

Pengertian secara umum SISTEM OPERASI adalah:
  1. Sebagai Sebuah program yang mengatur hardware,dengan menyediakanLandasan untuk aplikasi yang berada diatasnya 
  2. Bertindak Sebagai penghubung antara user dengan hardware.
  3. Bertugas untuk mengendalikan & mengkoordinasi penggunaanHardware untuk berbagai program aplikasi bagi bermacam-macam user.

Pengertian SISTEM OPERASI ditinjau dari 3 sudut pandang yg berbeda :
1.SUDUT PANDANG PENGGUNA
SISTEM OPERASI adalah alat untuk mempermudah penggunaan komputer. Sistem operasi seharusnya dirancang dengan mengutamakan kemudahan pengguna.Dibandingkan menggunakan kinerja ataupun utilitas sumber daya. Sebaliknya dalamLingkungan multiuser, sistem operasi dapat dipandang sebagai alat untuk memaksimalPenggunaan sumber daya komputer. Tetapi pada sejumlah komputer, sudut pandangPengguna dapat dikatakan hanya sedikit.

2. SUDUT PANDANG SISTEM
Sistem operasi adalah sebagai alat yang menempatkan sumber daya Secara efisien. Sistem operasi merupakan manajer bagi sumber daya yang menangani konflik Permintaan sumber daya secara efisien. Selain itu juga untuk mengatur eksekusi Aplikasi dan operasi dari INPUT / OUTPUT ( I/O ). Fungsi ini juga dikenal sebagai Program pengendali. Sistem operasi merupakan suatu bagian program yang Berjalan setiap saat yang dikenal dengan istilah “kernel”
3. SUDUT PANDANG TUJUAN
Sistem operasi adalah sebagai alat yang membuat komputer lebih nyaman Digunakan untuk menjalankan aplikasi dan menyelesaikan masalah user.


Jenis-Jenis Sistem Operasi

  1. DOS (Disk Operating Sistem)
  2. WINDOWS
  3. MACINTOSH
  4. OS/2 (operating sistem /2 )
  5. UNIX

Sumber:
Abas, Dony. 2005. Sistem Operasi. Yogyakarta : ANDI.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian sistem operasi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih..

Pengertian Stack Dan Queue

|Pengertian Stack Dan Queue| Tumpukan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan data yang seolah-olah terlihat seperti ada data yang diletakkan di atas data yang lain. Saat kita ingin mengambil data A, maka data-data yang berada di atasnya haruslah lebih dulu dikeluarkan ( di-POP ). Hal ini membuat tumpukan / stack memiliki ciri-ciri Last In First Out ( LIFO ) yang berarti data yang masuk terakhir akan keluar pertama. 

Sedangkan queue / antrian hampir mirip dengan stack, tapi hanya saja, data yang masuk pertama kali akan keluar pertama kali dari Queue. -> FIFO ( First In First Out ).



|Penyajian Stack Dan Queue| 
Stack dan/atau Queue dapat disajikan baik dengan Array maupun dengan struct. Pada Array, stack ataupun queue yang disajikan bersifat statis. Ini disebabkan karena jumlah maksimal data pada array sudah ditentukan sejak awal. 

Contoh deklarasi stack dengan struct : 
             Struct stack 
             { 
                  char data; 
                  stack*next; 
             };

|Operasi Pada Stack Dan Queue| 
Dalam penyajian stack dan queue, ada 2 proses yang terjadi, yaitu pemasukan data (PUSH) dan pengeluaran data (POP). Seperti yang sudah dijelaskan bahwa array itu memiliki jumlah maksimal, maka pada proses PUSH, perlu pengecekan apakah data yang di-PUSH di stack / queue melebihi jumlah maksimal array atau tidak. 

Contoh algoritma untuk proses PUSH (stack dan queue ) adalah sebagai berikut : 
  1. Masukkan inputan ( x ) 
  2. Jika variable cek ( c ) = nilai maksimal array ( max ), kerjakan langkah 2. Jika tidak, kerjakan langkah 3. 
  3. Cetak ”TUMPUKAN PENUH” 
  4. Selama ( c ) kurang dari ( max ), maka -> c Å c + 1 dan data [c] <- x 

Contoh algoritma untuk proses POP pada stack adalah sebagai berikut :
  1. Jika c = 0, maka kerjakan langkah 2. Jika tidak, lakukan langkah 3. 
  2. cetak ”TUMPUKAN KOSONG” 
  3. c <- c-1

CONTOH 
Program stack yang mempunyai fungsi proses PUSH dan proses POP di dalamnya. (stack dideklarasikan dengan array)
void main() 
char A[10]; 
int dpn,blk; 
char cek; 
int z; 
dpn=0; 
blk=-1; 
do{
clrscr();
printf("1. Tambah antrian\n");
printf("2. Hapus antrian\n");
printf("3. Lihat antrian\n");
printf("4. Exit\n");
printf("Silakan berikan pilihan anda : ");
cek=getche();
if (cek!='1' && cek!='2' && cek!='3' && cek!='4') 
printf("\n Anda salah mengetikan inputan!\n"); 
else
{
if(cek=='1')
{
if(blk==9)
{
printf("\n Maaf antrian penuh\n");
goto error1;
}
blk++; 
printf("\n Silakan masukan inputan:");
A[blk]=getche();
}
else if(cek=='2') 
if(dpn>blk) 
{
printf("\n Maaf antrian Kosong\n");
goto error1;
 for(int v=0;v<=blk;v++)
{
A[v]=A[v+1];
}
blk--; printf("\nProses penghapusan berhasil");
}
else if (cek=='3') 
{
if (dpn>blk) 
printf("\n Maaf Antrian Kosong\n");
goto error1;
printf("\n\nAda %i antrian\n",(blk+1)-dpn); 
for(z=0; z<=blk; z++)
printf("| %c |",A[z]); 
}
}
error1:
printf("\n Silakan tekan Enter untuk melanjutkan...\n");
system("pause>nul");
}
while (cek!='4');

Gambar
Pengertian Stack Dan Queue

Sumber:
Suarga. 2012. Algoritma dan Pemrograman. Yogyakarta: ANDI.
Arnawa, Surya. 2015. Array, Searching. (Praktikum Struktur Data)
Supriana. 2015. Pertemuan V(Array, Queue). (Struktur Data)


Sekian uraian tentang Pengertian Stack Dan Queue, semoga bermanfaat.

Pengertian Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)

|Pembahasan Mengenai Pengertian Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)|
  • Merupakan perangkat lunak yang didisain untuk melakukan penyimpanan dan pengaturan basis data ƒ 
  • DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan data. 



|Mengapa menggunakan DBMS| ƒ
DBMS diperlukan untuk : 
  1. Independensi data dan akses yang efisien 
  2. Mereduksi waktu pengembangan aplikasi 
  3. Integritas dan keamanan data 
  4. Administrasi keseragaman data 
  5. Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crash

|Peranan Basis Data Dalam Pengembangan SIM| ƒ 
  • SIM berperan sebagai sistem karena mempunyai ruang lingkup yang relatif lebih luas dan lebih kompleks. Sedangkan sistem basis data merupakan subsistem karena menjadi bagian dan berada di dalam SIM ƒ 
  • Sistem basis data adalah sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lain dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi ƒ 
  • Keberadaan sistem basis data di dalam SIM adalah mutlak. SIM tidak akan terwujud tanpa melibatkan basis data

Sistem basis data sebagai infrastruktur SIM


Keterangan : 
DSS : Decission Support Systems 
MIS : Management Information Systems 
TPS : Transaction Processing Systems 
DBMS : Database Management Systems 
DBS : Database Systems  

Sumber:
Hariyanto, Bambang, Sistem Manajemen Basis Data: Pemodelan, Perancangan, dan Terapannya, Informatika, Bandung: 2004


Gambar
Pengertian Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)

Sekian uraian tentang Pengertian Sistem Manajemen Basis Data (DBMS), semoga bermanfaat.

Pengertian System Development Life Cycle (SDLC) Menurut Para Ahli

Apa Itu System Development Life Cycle (SDLC)?

System Development Life Cycle (SDLC) menurut  O’brien (2000) adalah aplikasi penerapan dari penemuan  permasalahan (problem solving) yang didapat dari pendekatan sistem  (system approach) menjadi pengembangan dari solusi sistem informasi  terhadap masalah bisnis. 

Menurut Turban (2003), System Development Life Cycle (SDLC) atau Siklus Hidup Pengembangan Sistem adalah metode pengembangan sistem tradisional yang digunakan sebagian besar organisasi saat ini. SDLC adalah kerangka kerja ( framework) yang terstruktur yang berisi proses-pro ses sekuensial di mana sistem informasi dikembangkan. 

Sedangkan  menurut Azhar Susanto (2004:341) menyatakan bahwa : System Development Life Cycle (SDLC) “System Development Life Cycle (SDLC) adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang popular pada saat sistem informasi pertama kali dikembangkan.”



Referensi:
Turban, Efraim et al. 2003. Introduction to Information Technology, 2nd Edition. John Wiley & Sons, Inc. New York. USA.

Turban, Efraim et al. 2005. Introduction to Information Technology, 3rd Edition. John Wiley & Sons, Inc. New York. USA.


Sekian Pengertian SDLC, semoga bermanfaat..!

Pengertian Data Flow Diagram (DFD) Menurut Para Ahli

Apa Itu Data Flow Diagram (DFD)?

Data Flow Diagram merupakan suatu alat yang menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menggambarkan arus data sistem yang mengalir dari satu bagian ke bagian yang lain di dalam sebuah sistem. 

Pengertian Data Flow Diagram menurut Jogiyanto H.M adalah:
“DFD adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan”.

Menurut James A. Hall Data Flow Diagram adalah : 
“Data Flow Diagram adalah Suatu diagram yang menggunakan simbol-simbol untuk mencerminkan proses, sumber-sumber data, arus data dan entitas dalam sebuah sistem”.



Sekian pengertian DFD, semoga bermanfaat...!

Pengertian UML Menurut Para Ahli

Apa Itu UML?

Pengertian Unified Modeling Language (UML) 
Berikut ini definisi Unified Modeling Language (UML) menurut para ahli : 
  1. Menurut Hend (2006:5) “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang telah telah menjadi standard untuk visualisasi, menetapkan, membangun dan mendokumentasikan artifak suatu sistem perangkat lunak”. 
  2. Menurut Adi Nugroho (2005:3) “Unified Modeling Language (UML) adalah alat bantu analis serta perancangan perangkat lunak berbasis objek”.
  3. Menurut Martin Fowler (2005:1) “Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukunng oleh meta-model 28 tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek”. 
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan dapat ditarkkesimpulan bahwa “Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa grafis untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan, dan membangun sistem perangkat lunak.


UML berorientasi objek menerapkan banyak level abstraksi, tidak bergantung proses pengembangan, tidak bergantung bahasa dan teknologi. Pemaduan beberapa notasi di beragam metodologi usaha bersama dari banyak pihak, di dukung oleh kakas- kakas yang di integrasikan lewat XML . Standar UML di kelola oleh OMG (Object Management Group)”.

Referensi:
Hend, Unified Modeling Language, 2006.
Fowler, Martin. 2005. UML Distilled Edisi 3, Yogyakarta: Andi.

Sekian Pengertian UML, Semoga Bermanfaat..!

Pengertian Algoritma Menurut Para Ahli

Apakah Itu Algoritma?


Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). 

Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.


Definisi Algoritma
“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. 

Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.

Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya.

Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah algoritma tersebut. 

Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yangsama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.

Referensi:
Munir, Rinaldi. Algoritma dan pemrograman : Dalam bahasa pascal dan C, Informatika, Bandung, 2011.

Sekian Pengertian Algoritma, Semoga Bermanfaat..!

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Apa Itu Data?

Pengertian Data|| Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Menurut Turban (2010), data adalah deskripsi dasar dari benda, peristiwa, aktivitas dan transaksi yang direkam, dikelompokkan, dan disimpan tetapi belum terorganisir untuk menyampaikan arti tertentu. 

Menurut Inmon (2005), data adalah kumpulan dari fakta, konsep, atau instruksi pada penyimpanan yang digunakan untuk komunikasi, perbaikan dan diproses secara otomatis yang mempresentasikan informasi yang dapat di mengerti oleh manusia.

Pengertian Data
Berdasarkan teori para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa, data adalah deskripsi dasar dari benda, peristiwa, aktivitas dan transaksi yang direkam, dikelompokkan, dan disimpan dalam jumlah yang besar tetapi belum diolah.

Referensi:
Turban, Efraim & Linda Volonino. 2010. Information Technology for Management. Edisi Ketujuh. Asia : John Willey & Sons.

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

Apa itu sistem? 
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang teridiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, dimana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Beberapa pendapat menurut para ahli yang mendukung tentang pengertian sistem antara lain adalah : 
  1. Menurut Hall (2001,), sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan ( interrelated) atau subelemen-subelemen yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose)
  2. Menurut McLeod (2001), sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
  3. Menurut Lucas (1993), sistem adalah suatu himpunan komponen atau  variabel yang teroraganisasi, saling berinteraksi, saling bergantungan satu sama lain dan terpadu. 
  4. Menurut Wilkinson (1993), sistem adalah suatu kerangka kerja terpadu yang mempunyai satu sasaran atau lebih. Sistem ini mengkoordinasikan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengubah masukan-masukan menjadi keluaran. Sumber daya dapat berupa manusia, bahan, mesin, maupun tenaga surya tergantung pada jenis sistem yang dibicarakan.
Pengertian Sistem Menurut Para Ahli



Referensi:
Hall, James A. (2001). Sistem Informasi Akuntansi, Buku ke-1, Edisi ke-1. Terjemahan Jusuf, A.A. Salemba Empat, Jakarta.

Sekian uraian tentang Pengertian Sistem, Semoga Bermanfaat...!

Pengertian Sistem Pakar Menurut Para Ahli

Apa Itu Sistem Pakar? Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. GPS (dan program-program yang serupa) ini mengalami kegagalan dikarenakan cakupannya terlalu luas sehingga terkadang justru meninggalkan pengetahuan-pengetahuan penting yang seharusnya disediakan.

Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelelasikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.

Ada beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain :
  1. Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pakar.
  2. Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
  3. Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar

Gambar: Pengertian Sistem Pakar

Konsep Dasar Sistem Pakar
Menurut Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman. Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah :
  1. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu.
  2. Teori-teori pada lingkup permasalahan tertentu.
  3. Prosedur-prosedur dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasalahan tertentu.
  4. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah.
  5. Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan).


Bentuk-bentuk ini memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik daripada seseorang yang bukan ahli. Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalahan (domain), menyusun kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecah aturan-aturan jika dibutuhkan, dan menentukan relevan tidaknya keahlian mereka. 

Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan lagi ke orang lain yang bukan ahli, merupakan tujuan utama dari sistem pakar. 

Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu :
  1. Tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya).
  2. Representasi pengetahuan (ke komputer).
  3. Inferensi pengetahuan.
  4. Pengalihan pengetahuan ke user.


Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut dengan nama basis pengetahuan. Ada 2 tipe pengetahuan, yaitu : fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). 

Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basisdata, maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). 

Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule-based systems, yang mana pengetahuannya disimpan dalam bentuk aturan-aturan. Aturan tersebut biasanya berbentuk IF-THEN. 

Fitur lainnya dari sistem pakar adalah kemampuan untuk merekomendasi. Kemampuan inilah yang membedakan sistem pakar dengan sistem konvensional.


Perbandingan sistem konvensional dengan sisrem pakar
Sistem Konvensional 
Informasi dan pemrosesannya biasanya jadi satu dengan program Biasanya tidak bisa menjelaskan mengapa suatu input data itu dibutuhkan, atau bagaimana output itu diperoleh Pengubahan program cukup sulit & membosankan Sistem hanya akan beroperasi jika sistem tersebut sudah lengkap Eksekusi dilakukan langkah demi langkah Menggunakan data Tujuan utamanya adalah efisiensi.

Sistem Pakar 
Basis pengetahuan merupakan bagian dari mekanisme inferensi Penjelasan adalah bagian terpenting dari sistem pakar Pengubahan aturan dapat dilaksanakan dengan mudah Sistem dapat beroperasi hanya dengan beberapa aturan. Eksekusi dilakukan pada keseluruhan basis pengetahuan Menggunakan pengetahuan Tujuan utamanya adalah efektivitas

Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu :
  1. Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdiri-sendiri tidak tergantung dengan software yang lainnya.
  2. Tergabung. Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakan program dimana didalamnya memanggil algoritma subrutin lain (konvensional).
  3. Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini biasanya merupakan sistem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.
  4. Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar teridiri-dari 2 bagian pokok, yaitu : lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment). Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pembangunan sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.

Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Basis pengetahuan berisi pengetahuan-pengetahuan dalam penyelesaian masalah, tentu saja di dalam domain tertentu. Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu :
  1. Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning). Pada penalaran berbasis aturan, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk : IF-THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menelesaikan msalah tersebut secara berurutan. Disamping itu, bentuk ini juga digunakan apabila dibutuhkan penjelasan tentang jejak (langkah-langkah) pencapaian solusi.
  2. Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning). Pada penalaran berbasis kasus, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan.
Motor Inferensi (Inference Engine)
Ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam melakukan inferensi, yaitu :
  1. Forward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.
  2. Backward Chaining. Pencocokan fakta atau pernyataan di mulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenara hipotesis tersebut dicari harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan
Ciri-ciri Sistem Pakar
Sistem pakar yang baik harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut : 
  1. Memiliki fasilitas informasi yang handal. 
  2. Mudah dimodifikasi. 
  3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer. 
  4. Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
Permasalahan Yang Disentuh Oleh Sistem Pakar
Ada beberapa masalah yang menjadi area luas aplikasi sistem pakar, antara lain :
  1. Interpretasi. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk diantaranya : pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dan beberapa analisis kecerdasan.
  2. Prediksi. Termasuk diantaranya : peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalulintas, estimasi hasil, militer, pemasaran, atau peramalan keuangan
  3. Diagnosis. Termasuk diantaranya : medis, elektronis, mekanis, dan diagnosis perangkat lunak.
  4. Perancangan. Termasuk diantaranya : layout sirkuit dan perancangan bangunan.
  5. Perencanaan. Termasuk diantaranya : perencanaan keuangan, komunikasi, militer, pengembangan produk, routing, dan manajemen proyek.
  6. Monitoring. Misalnya : Computer-Aided Monitoring Systems.
  7. Debugging, memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan.
  8. Perbaikan.
  9. Instruksi. Melakukan instruksi untuk diagnosis, debungging, dan perbaikan kerja.
  10. Kontrol. Melakukan kontrol terhadap interpretasi interpretasi, prediksi, perbaikan, dan monitoring kelakukan sistem.
Beberapa contoh sistem pakar
  1. MYCIN : Diagnosa penyakit
  2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
  3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
  4. SOPHIE : Analisis sirkit elektronik
  5. Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
  6. FOLIO : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
  7. DELTA : Pemeliharaan lokomotif listrik disel
Keuntungan Sistem Pakar
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
  1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
  2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
  3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
  4. Meningkatkan output dan produktivitas.
  5. Meningkatkan kualitas.
  6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
  7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
  8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
  9. Memiliki reliabilitas.
  10. Meningkatkan kepabilitas sistem komputer.
  11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
  12. Sebagai media pelengkap dalam penelitian.
  13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
  14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
Kelemahan Sistem Pakar
Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
  1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
  2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dibidangnya.
  3. Sistem Pakar tidak 100% bernilai benar.

Referensi
Kusumadewi, Sri. Artificial Intelligence Teknik dan Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2003


Sekian Pengertian Sistem Pakar,  Baca juga pengertian lainnya disini, Semoga Bermanfaat..!