Pengertian Berpikir Kreatif Menurut Para Ahli

Pengertian Berpikir Kreatif 

Berpikir Kreatif adalah sebuah proses yang mengembangkan ide-ide yang tidak biasa dan menghasilkan pemikiran yang baru yang memiliki ruang lingkup yang luas. Berpikir kreatif dapat menghasilkan pemikiran yang bermutu, proses kreatif tersebut tentunya tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya pengetahuan yang didapat dengan pengembangan pemikiran dengan baik. Berpikir kreatif memberikan dukungan kepada peserta didik sehingga peserta didik lebih terpacu untuk lebih kreatif.

Berikut Pengertian Berpikir Kreatif Menurut Para Ahli, yaitu:

Menurut Susanto (2013) Berpikir kreatif merupakan sebuah proses yang melibatkan unsur-unsur orisinalitas, kelancaran, fleksibelitas, dan elaborasi. Hal tersebut menunjukan bahwa berfikir kreatif dapat mengembangkan daya pikir yang mencangkup wawasan dengan unsur unsur yang luas. Berpikir kreatif dapat menghasilkan pemikiran yang bermutu.

Sesuai dengan pendapat Sani (2014) yang menyatakan bahwa berpikir kreatif merupakan kemampuan mengembangkan ide yang tidak biasa, berkualitas, dan sesuai tugas. Hal ini merupakan pengembangan diri terhadap ideide baru yang memiliki mutu yang baik. 

Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan, bahwa berpikir kreatif adalah sebuah proses yang mengembangkan ide-ide yang tidak biasa dan menghasilkan pemikiran yang baru yang memiliki ruang lingkup yang luas. 




Indikator Berpikir Kreatif 

Berpikir kreatif adalah aktivitas berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif dan orisinil. Baer (dikutip Aryana, 2007) mengemukakan berpikir kreatif yaitu:
  1. lancar, adalah kemampuan menghasilkan banyak ide, 
  2. luwes, adalah kemampuan menghasilkan ide-ide yang bervariasi, 
  3. orisinal, adalah kemampuan menghasilkan ide baru atau ide yang sebelumnya tidak ada, dan 
  4. memerinci, adalah kemampuan mengembangkan atau menambahkan ide-ide sehingga dihasilkan ide yang rinci atau detail. 

Hal ini bahwa berpikir kreatif memiliki beberapa indikator untuk menghasilkan ide yang baru. Kreativitas seseorang ditunjukkan dalam berbagai hal, seperti kebiasaan berpikir, sikap, pembawaan atau kepribadian, atau kecakapan dalam memecahkan masalah. 

Menurut Rahayu, dkk (2011) Kemampuan berpikir kreatif ada 5 aspek, diantaranya berpikir lancar, berpikir luwes, orisinal, elaborasi, dan evaluasi. 


Faktor Pendorong Kreativitas 

Pembelajaran yang dapat memberikan peserta didik kesempatan yang lebih untuk Mengeksplorasi permasalahan yang memberikan solusi dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bepikir kreatif, Menurut Uno dan Nurdin (2014) menyatakan bahwa faktor pendorong kreativitas yaitu: 
  • Kepekaan dalam melihat lingkungan : peserta didik sadar bahwa berada di tempat yang nyata. 
  • Kebebasan dalam melihat lingkungan : mampu melihat masalah dari segala arah. 
  • Komitmen kuat untuk maju dan berhasil : hasrat ingin tahu besar. 
  • Optimis dan berani mengambil risiko : suka tugas yang menantang. 
  • Ketekunan untuk berlatih : wawasan yang luas. 
  • Lingkungan kondusif, tidak kaku, dan otoriter. 

Hal diatas menunjukan bahwa faktor pendorong kreativitas merupakan tindakan dalam meningkatkan berpikir kreatif peserta didik dengan ide yang luas. Untuk mendorong tingkah laku kreatif menurut Torrance (dikutip Slameto, 2010) mengemukakan saran-saran tentang apa yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didiknya sebagai berikut: 
  1. Hargai pertanyaan-pertanyaan, termasuk yang kelihatannya aneh atau luar biasa. 
  2. Hargailah gagasan-gagasan yang imaginatif dan kreatif. 
  3. Tunjukkan kepada peserta didik, bahwa gagasan-gagasan mereka itu bernilai. 
  4. Berikanlah kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan sesuatu tanpa ancaman bahwa pekerjaannya itu akan di nilai. 
  5. Masukkan faktor hubungan sebab akibat di dalam penilaian. 

Disamping menerima dan menyesuaikan diri dengan standar yang ada, berpikir dan bertingkah laku secara bebas dan meluas merupakan hal penting untuk perkembangan kreativitas.


Sumber:
Ahmad Susanto. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Abdullah, Sani Ridwan. 2014. Pembelajaran saintifik untuk kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara. 


Sekian uraian tentang Pengertian Berpikir Kreatif Menurut Para Ahli, semoga bermanfaat, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment